Kepala Daerah di Jambi Satukan Upaya Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

TrubusNews
Astri Sofyanti
20 Sep 2019   09:00 WIB

Komentar
Kepala Daerah di Jambi Satukan Upaya Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Kantor Gubernur Jambi, Kamis (19/9/19). (Foto : Dok BNPB)

Trubus.id -- Provisi Jambi merupakan salah wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna mengatasi karhutla di wilayah tersebut, Kepala daerah se-Provinsi Jambi menyatakan komitmen penanggulangan karhutla dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Kantor Gubernur Jambi, Kamis (19/9).

Data statistik kebakaran hutan dan lahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 19 September 2019 pukul 16.00 WIB, luas lahan di jambi yang hangus terbakar mencapai 11.022 hektare, dengan total titik api (hotspot) sebanyak 105 titik. Selain itu, Jambi juga ditetapkan siaga darurat karhutla sejak 23 Juli sampai 20 Oktober 2019.

Kesepakatan terhadap komitmen penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diwujudkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh Gubernur Jambi Fachrori Umar bersama 9 bupati, 2 wali kota, yang disaksikan oleh 5 anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca Lainnya : Saat Pemerintah Pusat dan Pemda Saling Lempar

Lahirnya komitmen tersebut sekaligus merupakan bentuk tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas Penanggulangan Karhutla bersama jajaran Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri dan para Pimpinan Lembaga terkait pada 17 September 2019 di Provinsi Riau.

Selain itu, kesepakatan tersebut juga diambil sebagai respon positif dari pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, tentang tugas dan fungsi serta kewenangan pemimpin daerah dalam menanggulangi bencana, sebagaimana yang telah disampaikan dalam program acara di stasiun televisi swasta pada Selasa (14/9) lalu.

Adapun lima poin yang menjadi komitmen yang telah disepakati para kepala daerah tersebut adalah:

  1. Melakukan langkah-langkah strategis, sinergis dan antisipatif dalam penanggulangan bencana baik sebelum, saat dan pascakarhutla di wilayah masing-masing.
  2. Melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk pelaksanaan penanggulangan bencana karhutla.
  3. Secara konsisten melaksanakan sosialisasi, monitoring dan evaluasi serta pelaporan terkait pelaksanaan penanggulangan bencana kahutla.
  4. Menyiapkan personel, pendanaan, dan sarana prasarana dalam penanggulangan bencana karhutla.
  5. Melaksanakan penegakan hukum terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan baik individu maupun korporasi sesuai kewenangan.

Baca Lainnya : Hanya 22 Persen Unit Pemegang Izin Kehutanan Penuhi Laporan Karhutla

Kepala Daerah Se-Provinsi Jambi yang menyatakan satu suaranya yaitu Gubernur Jambi Fachrori Umar, Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Hariyanto, Bupati Tanjung Jabung Barat Safrial, Bupati Muaro Jambi Masnah Busyroh, Bupati Batang Hari Syahirsah, Bupati Sorolangun Cek Endra, Bupati Merangin Alyarus, Bupati Bungo Mashuri, Bupati Tebo Sukandar, Bupati Kerinci Adirozal, Wali Kota Jambi Syarif Fasya, dan Wali Kota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri.

Sedangkan lima forkopimda yang bertindak sebagai saksi ialah Danrem 042/Gapu Jambi Kolonel Arh. Elphis Budi, Kapolda Jambi Irjen.Pol H. Muchils A.s, Ketua DPRD Provinsi Jambi Edy Purwanto, Kejati Jambi Hj. Andi Murwinah, dan Ketua Pengadilan Tinggi Hj. Irama Chandra Ilia. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: