Terus Bertambah, Polri Tetapkan 5 Korporasi dan 218 Tersangka Karhutla

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
18 Sep 2019   06:00

Komentar
Terus Bertambah, Polri Tetapkan 5 Korporasi dan 218 Tersangka Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (Foto : Dok KLHK)

Trubus.id -- Usaha pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dioptimalkan oleh tim gabungan, baik dari darat dan udara. Jumlah tersangka individu dan perusahaan terkait  karhutla di Sumatera dan Kalimantan terus bertambah.

Hingga Selasa (17/9/2019),  polisi telah menetapkan 218 orang dan 5 perusahaan sebagai tersangka. Jumlah itu bertambah dari total 185 tersangka individu dan 4 perusahaan pada Senin (16/9/2019) lalu.

"218 tersangka perorangan, satu  korporasi tambahan  dari Polda Sumsel. Jadi ada lima korporasi sebagai tersangka. " kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (18/9/2019).

Baca Lainnya : Urai Asap Karhutla, Penggunaan Kalsium Oksida Jadi Jurus Baru Modifikasi Cuaca

Dalam menangani kasus karhutla, Dedi menyebut Polri lebih mengutamakan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, TNI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sementara penegakkan hukum terhadap para pelaku penyebab karhutla dilakukan beriringan sebagai efek jera untuk mencegah agar para pelaku tidak mengulangi perbuatan mereka kembali.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Tri Handoko Seto mengatakan sedang eknologi sebagai upaya menghilangkan asap karhutla menggunakan Kalsium Oksida atau kapur tohor aktif (CaO) yang bersifat eksotermis (bersifat mengeluarkan panas). 

Hal tersebut dilakukan karena upaya meredakan asap karhutla dengan menggunakan hujan buatan sulit dilaksanan karena pertumbuhan awan memang masih sulit terjadi.

Penanganan modifikasi cuaca dengan kalsium oksida, menjadi jurus baru untuk menghilangkan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kapur tohor ditaburkan di gumpalan asap sehingga dapat mengurai partikel karhutla dan gas. Akibatnya, asap hilang dan radiasi matahari bisa menembus ke permukaan bumi.

Baca Lainnya : Ibu Kota Baru, KLHK Pastikan Daya Dukung Lingkungan Serta Kerusakan Ekosistem Jadi KLHS Awal 

"Radiasi matahari terhalangi kabut asap, jadi awan susah terbentuk karena penguapan terhambat. Dengan kapur tohor aktif ini diharapkan konsentrasi asap berkurang, awan terbentuk, dan garam bisa ditebar untuk hujan buatan, " jelas Tri Handoko Seto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Ia menjelaskan, BPPT sendiri telah menyiapkan 40 ton kapur tohor aktif yang sudah disiagakan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Setelah mendapat arahan, maka pihaknya bisa menerbangkan kapur tersebut ke beberapa provinsi terdampak karhutla seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi dan Sumatera Selatan.

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: