5 Ternak Mati Usai Terinfeksi, Wabah Demam Babi Afrika Rambah Korea Selatan

TrubusNews
Syahroni
17 Sep 2019   21:30 WIB

Komentar
5 Ternak Mati Usai Terinfeksi, Wabah Demam Babi Afrika Rambah Korea Selatan

Jutaan babi telah dimusnahkan di seluruh Asia dalam upaya untuk mencegah penyebaran penyakit demam babi afrika. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Hari ini (17/9), pemerintah Korea Selatan mengonfirmasi adanya temuan kasus penyakit demam babi Afrika di negara mereka. Penyakit ini sebelumnya telah membunuh jutaan babi dari China hingga Korea Utara sehingga mendorong kenaikan harga daging babi di seluruh dunia.

Lima babi ditemukan tewas di sebuah peternakan di Paju, sebuah kota dekat perbatasan antar-Korea. Dari hasil penyelidikan diketahui kalau babi-babi itu telah dipastikan terinfeksi virus tersebut, kata seorang pejabat kementerian pertanian Seoul kepada AFP.

"Pada titik ini, masih terlalu dini untuk mengkonfirmasi apakah kasus tersebut berasal dari Utara," tambah pejabat itu.

Baca Lainnya : Pasca Wabah ASF, China Luncurkan Inisiatif Nasional untuk Tingkatkan Produksi Daging Babi

Menteri pertanian Seoul, Kim Hyun-soo mengatakan, 3.950 babi dari tiga peternakan di Paju akan dimusnahkan. Negara itu juga telah meningkatkan kewaspadaan penyakit hewan pada level tertinggi dan larangan 48 jam untuk pergerakan babi secara nasional.

Virus ini sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia tetapi menyebabkan demam berdarah pada babi yang hampir selalu berakibat fatal. Tidak ada obat penawar atau vaksin dan satu-satunya cara yang diketahui untuk mencegah penyebaran penyakit ini adalah pemusnahan massal ternak yang terkena.

Meskipun ini adalah wabah demam babi Afrika pertama yang dikonfirmasi di Selatan, negara tersebut telah memerangi sejumlah penyakit hewan di masa lalu. Pada 2014, wabah flu burung di peternakan unggas mengakibatkan pemusnahan lebih dari 500.000 burung.

Wabah penyakit kaki-dan-mulut pada tahun 2011 mengakibatkan pemusnahan hampir 3,5 juta sapi, babi, dan hewan lainnya. Kasus-kasus yang dikonfirmasi di Selatan terjadi sekitar tiga bulan setelah Pyongyang mengatakan kepada Organisasi Kesehatan Hewan Dunia bahwa lusinan babi telah mati akibat penyakit itu di sebuah peternakan dekat perbatasan China, menurut kementerian pertanian Selatan.

Baca Lainnya : Daging Babi Olahan yang Terinfeksi Virus ASF Ditemukan di Inggris

Pada Juni, Seoul mengatakan penyakit itu "sangat mungkin" masuk ke negara itu dari Utara dan memerintahkan pagar-pagar didirikan di peternakan di sepanjang perbatasan untuk mencegah kemungkinan kontak antara babi ternak dan babi hutan.

Ada sekitar 6.700 peternakan babi di Korea Selatan dan peternakan babi menyumbang 40 persen dari total industri peternakan.

Pada bulan Mei, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB mengatakan harga daging babi telah naik hingga 50 persen di China dan di bursa berjangka Chicago sebagai akibat dari wabah tersebut.

Bulan lalu, dikatakan hampir lima juta babi di Asia mati atau dimusnahkan karena penyebaran penyakit tersebut. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

KKP Raih Penghargaan Badan Publik Informatif Tahun 2019

Peristiwa   22 Nov 2019 - 23:47 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: