20 Hari Terperangkap, Seekor Hius Paus Masih Hilir Mudik di Kanal PLTU Paiton

TrubusNews
Binsar Marulitua
17 Sep 2019   16:45 WIB

Komentar
20 Hari Terperangkap, Seekor Hius Paus Masih Hilir Mudik  di Kanal PLTU Paiton

Seekor Hiu Paus terperangkap sejak  29 Agustus 2019 lalu di inlet canal unit 2 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.  (Foto : KKP)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, terus berupaya melakukan tindakan evakuasi atas Hiu Paus (Rhincodon typus) yang ditemukan terjebak di inlet canal unit 2 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. 

Terjebaknya hiu ini diketahui semenjak  29 Agustus 2019 lalu, atas laporan dari pihak PT Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkit (PJB UP) Paiton kepada Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo yang kemudian diteruskan kepada BPSPL Denpasar.

“Kita melakukan koordinasi penanganan dengan membentuk tim terpadu dan menyusun rencana aksi agar evakuasi hiu paus dapat dilakukan segera. Evakuasi hiu paus menjadi penting karena PLTU Paiton merupakan objek vital nasional dan hiu paus merupakan ikan yang dilindungi oleh Pemerintah Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Brahmantya Satyamurti Poerwadi, Selasa (17/9/2019).

Baca Lainnya : KKP: Reklamasi Harus Berpihak bagi Masyarakat Pesisir
 
Menurutnya, usai menerima laporan, sejak Jumat (30/8/2019), tim yang terdiri dari BPSPL Denpasar, Dinas Perikanan Kab. Probolinggo, Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Wilayah Situbondo, PT PJB UP Paiton, PT YTL Jawa Power, dan PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) segera menyisir sepanjang kanal. Dari hasil penyisiran, tim tidak menemukan Hiu Paus. 

Hiu paus baru kembali terdeteksi Kamis (5/9/2019) di inlet unit 1-2 oleh PT PJB UP Paiton. Setelah itu, hiu paus kembali tak terlihat hingga satu pekan dan baru muncul kembali pada Rabu (11/9/2019) pukul 09:30 WIB di inlet unit 6 bergerak menuju unit 2. Sore harinya, pukul 16:33 WIB, Dinas Perikanan Kab. Probolinggo meneruskan laporan kemunculan hiu paus tersebut kepada BPSPL Denpasar. BPSPL Denpasar KKP melanjutkan pemantauan dan uji respon hiu paus pada Kamis, 12 September 2019 dan Jumat ,13 September 2019.

Guna menanggulangi hal ini, tim evakuasi Brahmantya pihaknya segera menyusun rencana aksi evakuasi hiu paus keluar dari saluran inlet canal menuju ke perairan laut lepas.  “Prioritas tim yang dilakukan saat ini adalah mengevakuasi hiu paus dalam keadaan hidup,” tuturnya. 

Ia menjelaskan, aksi ini ditargetkan untuk menghalau hiu paus yang berada di inlet canal unit 7 menuju ke arah timur atau ke arah laut. Tim memperkirakan, upaya ini dapat dilakukan selama 3 hari, mulai Sabtu 14 September 2019 hingga Senin 16 September 2019. Penentuan waktu evakuasi ini berdasarkan kondisi hiu paus Jumat (13/9/2019) pukul 14:00-15:15 WIB. Pada pengamatan tersebut, tim melakukan uji respon, dan ikan memberikan respon aktif saat dilemparkan batu di sisi kanan mata hiu tanpa mengenai tubuh. 

Dalam perkembangannya, BPSPL Denpasar diperkuat oleh Pejabat Fungsional PELP Madya Direktorat Jenderal PRL KKP meninjau ulang kemunculan hiu paus pada Minggu, 15 September 2019 dan menginisiasi rapat teknis evakuasi. Rapat teknis evakuasi dilaksanakan pada Senin, 16 September 2019 dengan hasil pembentukan tim khusus evakuasi yang dipimpin oleh Dandim Probolinggo, Letkol Imam Wibowo.

Baca Lainnya : KKP Tingkatkan Keterampilan Wanita Nelayan Toba Samosir Melalui Diversifikasi Usaha

Tim khusus evakuasi ini terdiri dari Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut – KKP; Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK); BPSPL Denpasar; Satwas PSDKP Probolinggo; BBKSDA Jawa Timur; Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Situbondo - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur; Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo; Dandim Probolinggo; Danlanal Banyuwangi; Polres Probolinggo; Danposal Paiton; Polair Polres Probolinggo; Danramil Paiton; Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga; WSI; Flying Vet; PT PJB UP Paiton; PT YTL Jawa Power; PT POMI; dan Kelompok Masyarakat Pengawas - Kuda Laut. 

“Penanganan terpadu evakuasi hiu paus ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan KKP , setelah pernah dilakukan penangan terpadu yang sama pada tahun 2015,” jelas Brahmantya.


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: