Kenangan HS Dillon di Mata Pegiat Pemberdayaan Bambang Ismawan

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
17 Sep 2019   14:30

Komentar
Kenangan HS Dillon di Mata Pegiat Pemberdayaan Bambang Ismawan

Bambang Ismawan yang merupakan tokoh usahawan sosial di Indonesia dan pendiri Yayasan Bina Swadaya. (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Harbrinderjit Singh Dillon atau yang lebih dikenal sebagai HS Dillon merupakan pegiat hak asasi manusia yang memiliki ketertarikan pada dunia pemberdayaan pertanian dan pedesaan. HS Dillon berpendapat, bahwa pertanian harus menjadi prioritas dalam proses pembangunan di Indonesia.

Bambang Ismawan, yang merupakan tokoh usahawan sosial di Indonesia dan pendiri Yayasan Bina Swadaya menyampaikan ucapan duka cita atas meninggalnya HS Dillon yang diketahui akibat komplikasi jantung dan paru-paru di Bali. Menurut, Bambang Ismawan, HS Dillon adalah tokoh yang memiliki perhatian di dunia pemberdayaan masyarakat. 

Bambang Ismawan mengungkapkan, bentuk perhatian Dillon dalam pembangunan pertanian terlihat pada keterlibatannya dalam PERHEPI (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia) sejak mahasiswa yang didirkan oleh Prof Mubyarto, Prof Sajogyo, Prof Rudy Sinaga, Bambang Ismawan dan beberapa pegiat sosial lainnya.

Kenangan Bambang Ismawan bersama HS Dillon (Foto: Dok pribadi)

Baca Lainnya : Bambang Ismawan: BJ Habibie Tokoh Demokrasi untuk Pembangunan Nasional

“Dia memang seorang aktivis dan selalu tergelitik pada pemberdayaan masyarakat sejak mahasiswa,” ujar Bambang Ismawan kepada Trubus.id, Selasa (17/9).

Menurut Bambang Ismawan, setelah HS Dillon lulus, dirinya mempunyai perhatian terhadap program yang sangat kontekstual untuk Indonesia dan Malaysia yang disebut PIR-Bun (Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan). PIR-Bun di Malaysia disebut NES (Nucleus Estate Small Holder)

"Jadi, konsep dari PIR-Bun itu adalah perusahaan inti rakyat, ada intinya dan ada plasma (rakyat)," ujar Bambang Ismawan.

Dijelaskannya, Inti tersebut merupakan sebuah perusahaan besar yang dimiliki oleh pemerintah atau korporasi dan memiliki hubungan dengan masyarakat. Bambang Ismawan sendiri mengungkapkan, apa yang dilakukan oleh Bina Swadaya lebih mengembangkan pada sektor plasma.

Baca Lainnya : Ani Yudhoyono Dalam Kenangan Pegiat Pemberdayaan Bambang Ismawan

"Supaya hubungan dengan masyarakat saling menguntungkan maka dikembangkan sdmnya, kemandiriannya, kelembagaannya. Maka kelompok-kelompok swadaya kita latih seperti di Sumatera Barat, baik inti dan plasma kelapa sawit maupun perkebunan karet," terangnya.

Diakui Bambang Ismawan, hubungan mereka semakin erat saat menjadi ketua pembina Yayasan Agroekonomika dan Dillon menjadi anggota yang fokus bertugas pada kegiatan penanggulangan kemiskinan. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: