Pesawat Tambahan Siap Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca Padamkan Karhutla Sumatera dan Kalimantan

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
17 Sep 2019   09:30

Komentar
Pesawat Tambahan Siap Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca Padamkan Karhutla Sumatera dan Kalimantan

Pesawat untuk melakukan modifikasi cuaca/hujan buatan (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di Sumatera dan Kalimantan terus dilakukan upaya pemadaman. Sampai Senin (16/9) kemarin pesawat tambahan untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau yang lebih dikenal dengan hujan buatan tiba di Pekanbaru. Pesawat tersebut yaitu Cassa 212-200 kapasitas 1 ton dan Hercules C-130 kapasitas 4 ton. Sehingga saat ini tersedia 4 pesawat yaitu Cassa 212-200 dari BPPT dan 3 pesawat bantuan TNI.

Seluruh pesawat akan beroperasi di 6 provinsi yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Pergekan pesawat sesuai dengan keberadaan awan potensi hujan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Pesawat CN 295 pagi tadi jam 06.00 WIB diberangkatkan ke Palangkaraya Kalimantan Tengah karena menurut laporan BMKG sudah terdapat potensi awan hujan. Pesawat akan melakukan operasi penyemaian awan hujan di wilayah Kalimantan agar bisa menjadi hujan untuk membantu pemadaman karhutla di Kalimantan,” demikian dilaporkan Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) Agus Wibowo, Selasa (17/9).

Baca Lainnya : Kabut Asap Makin Pekat, Warga Sumatera Selatan Diimbau Gunakan Masker

Diketahui bahwa 80 persen lahan yang terbakar berubah menjadi perkebunan industri. Hal itu sekaligus menunjukkan adanya unsur kesengajaan oleh oknum tertentu dalam melakukan land clearing untuk perkebunan korporasi. Hal serupa sebenarnya sudah dipelajari oleh KLHK sejak 2015 lalu, oleh sebab itu presiden meminta agar pihak Kementerian/Lembaga bersama unsur TNI dan Polri dapat memberi tindakan lebih tegas dan nyata.

Menyikapi arahan presiden, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah membentuk tim dari Mabes dan Bareskrim yang kemudian diterjunkan khusus untuk menangani kasus karhutla hingga level daerah. Tito bahkan tidak segan untuk memberi tindakan tegas kepada jajarannya apabila tidak berhasil dalam menjalankan tugas. Di sisi lain, pihaknya juga akan memberi penghargaan yang sebanding apabila berhasil menjalankan tugas dengan baik. Hal tersebut menurut Tito akan memicu semangat kinerja jajaran Polri dalam mengatasi masalah karhutla.

"Kalau tidak maksimal, maka out. Tim sudah dibentuk dan akan bergerak se-level Polda. Jika berhasil tangkap, maka mereka akan kami berikan penghargaan. Jadi dengan reward and punishment ini diharapkan mereka akan terpacu," ungkap Tito.

Baca Lainnya : Warga Terserang ISPA Akibat Kabut Asap di Kalteng Dapat Pengobatan Gratis

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menggelar Rapat Terbatas (Ratas) di Pekanbaru, Riau, Senin (16/9/19) malam yang dihadiri oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja di antaranya Menko Polhukam Wiranto, Menteri KLHK Siti Nurbaya, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Gubernur Riau Syamsuar, Bupati se-Provinsi Riau dan Pangdam serta Kapolda beserta jajarannya.BMKG Dwikorita Karnawati, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Gubernur Riau Syamsuar, Bupati se-Provinsi Riau dan Pangdam serta Kapolda beserta jajarannya dengan Topik Penanganan Karhutla di Pekanbaru. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: