Warga Terserang ISPA Akibat Kabut Asap di Kalteng Dapat Pengobatan Gratis

TrubusNews
Thomas Aquinus
16 Sep 2019   17:30 WIB

Komentar
Warga Terserang ISPA Akibat Kabut Asap di Kalteng Dapat Pengobatan Gratis

Kabut asap (Foto : RRI)

Trubus.id -- Dampak dari polusi udara yang diakibatkan oleh kabut asap menyebabkan warga Provinsi Kalimantan Tengah mengalami infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Merespon warganya yang mulai sakit, Pemprov Kalteng membebaskan biaya pengobatan bagi warga yang khusus terserang ISPA dan penyakit lainnya akibat kabut asap.

"Pada hari ini pemprov akan membuat surat gubernur dengan tujuan bupati dan wali kota se-Kalteng terkait kebijakan itu," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng dr.Suyuti Syamsul di Palangka Raya, Senin (16/9).

Dikatakan Syamsul, warga Kalteng yang sudah dilindungi program dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ada sekitar 80 persen, sedangkan yang belum ada sekitar 20 persen.

Baca Lainnya : Sanggahan BMKG Tolak Kabut Asap di Sarawak Berasal Indonesia

Melalui surat gubernur tersebut, nantinya bupati dan wali kota se-Kalteng diminta membebaskan biaya 20 persen tersebut yang tidak dilengkapi BPJS Kesehatan. Tujuannya agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa dilakukan secara prima, khususnya saat kondisi kabut asap pekat.

"Hal itu merupakan salah satu kebijakan yang diambil Pemprov Kalteng, menghadapi kondisi kabut asap pekat akibat karhutla saat ini," ujarnya yang menjelaskan kebijakan tersebut hanya berlaku selama karhutla yang menyebabkan kabut asap terjadi.

"Melalui kebijakan itu juga, kami harapkan nantinya sisa 20 persen yang belum menjadi peserta BPJS segera menjadi peserta," lanjutnya.

Baca Lainnya : Kepala BNPB Ajak Pemerintah dan Masyarakat Hilangkan Kabut Asap di Riau

Selain itu, kebijakan lainnya yang dilakukan oleh pemprov yaitu penguatan jejaring dan surveillance atau pengawasan. Hingga distribusi masker maupun obat-obatan yang diperlukan.

Suyuti menuturkan, saat ini di Palangka Raya terdapat sekitar 18 rumah (ruang) oksigen, mulai dari RSUD Doris Sylvanus, rumah sakit jiwa, Dinas Sosial Kalteng, seluruh puskesmas kota dan beberapa lainnya.

"Daerah lainnya di Kalteng yang juga terdampak kabut asap pekat, juga telah kami minta untuk membuat rumah oksigen yang dapat digunakan oleh masyarakat," katanya. (ANTARA)

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: