Kemendag: Tiga BUMN Ini Belum Ajukan Izin Impor 500 Ribu Ton Daging Sapi

TrubusNews
Astri Sofyanti
16 Sep 2019   15:30 WIB

Komentar
Kemendag: Tiga BUMN Ini Belum Ajukan Izin Impor 500 Ribu Ton Daging Sapi

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag Indrasari Wishnu Wardana (tengah) dalam diskusi media di Kantor Pusat Kementerian Perdagangan, M.I. Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Senin (16/9/19). (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wishnu Wardana mengatakan hingga saat ini tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Berdikari, PT PPI, dan Perum Bulog yang ditugasnya melakukan impor 500.000 ton daging sapi dari Brasil.

Beberapa waktu lalu pemerintah melakukan rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk membahas perizinan impor daging sapi bagi tiga perusahaan BUMN. Rinciannya Perum Bulog sebesar 30 ribu ton, PT PPI 10 ribu ton, dan PT Berdikari 10 ribu ton.

Lebih lanjut Indra mengatakan, khusus untuk Bulog mendapatkan kuota impor sebesar 30.000 ton. Semenara sisanya diberikan ke PPI dan PT Berdikari masing-masing 10.000 ton. Diakui Indra, kuota impir daging sapi dari Brasil sebanyak 20.000 ton dari total kuota impor yang diberikan diambil dari kuota impor daging kerbau dari India sebesar 100.000 ton. Sehingga saat ini total kuota daging kerbau India yang dimiliki oleh Bulog berkurang menjadi 80.000 ton.

Baca Lainnya : Kemendag Tegaskan Jangan Kaitkan Masalah Halal dengan Kekalahan Indonesia di WTO

“Tapi sampai saat ini ketiganya belum ada yang mengajukan izin, mungkin mereka masih melengkapi persyaratan untuk mengurus rekomendasi,” kata Indra ketika melakukan diskusi media di Kantor Pusat Kementerian Perdagangan, M.I. Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Senin (16/9/19).

Meski begitu, Indra menegaskan bahwa tidak ada tenggang waktu terkait pengajuan izin impor ini, “Saya tekankan, kuota impor daging sapi asal Brasil ini hanya berlaku hingga akhir 2019. Hangus atau tidaknya, itu harus dibahas kembali di rakortas," tegasnya.

Pihaknya menegaskan bahwa izin impor ini ditujukan untuk stabilisasi harga daging sapi di pasaran. “Sampai saat ini harga daging sapi masih stabil tinggi. Intinya ini untuk pemenuhan kebutuhan dalam neeri,” pungkas Indra. [NN]

 

  2


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: