Atasi Karhutla di Kalbar, BPPT Siapkan 50 Ton Garam untuk Operasi Modifikasi Cuaca

TrubusNews
Astri Sofyanti
13 Sep 2019   12:00 WIB

Komentar
Atasi Karhutla di Kalbar, BPPT Siapkan 50 Ton Garam untuk Operasi Modifikasi Cuaca

Data statistik BNPB terkait karhutla di Indonesia Udata Kamis (12/9/19) (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menyiapkan 50 ton garam untuk melakukan operasi penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau yang biasa disebut hujan buatan bertujuan untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (kalbar).

"Disiapkan bahan semai sementara 50 ton di Jakarta, nanti dikirim per 10 ton sesuai (kondisi) stok di Kalimantan Barat," demikian dikatakan Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Tri Handoko Seto kepada ANTARA, Jumat (13/9).

Penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC), dikatakan Handoko akan dimulai Minggu  (15/9) atau Senin (16/9) dengan menggunakan pesawat CN-295 milik TNI Angkatan Udara.

Baca Lainnya : Kepala BNPB Terjun Langsung Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau

"TMC dengan posko di Supadio Pontianak ini akan meng-cover (menjangkau) Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah," ujarnya.

Penyemaian garam, lanjut Handoko, akan dilakukan sampai hujan alam turun dan kebakaran lahan serta hutan reda.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan bahwa meski tidak banyak namun ada potensi bibit awan bersifat sporadis di wilayah Kalimantan yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memicu hujan.

"Bibit awan itu dari hari ke hari selalu berubah. Tidak pernah sama. Kadang ada kadang tidak. Kalau ada juga tidak merata karena ini musim kemarau,"tambah Handoko.

Baca Lainnya : Hadapi Puncak Musim Kemarau, BMKG, KLHK, BNPB dan BPPT Siapkan Hujan Buatan

Sebagaimana diketahui, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di Kalimantan Barat dan bagian Kalimantan yang lain, menimbulkan kabut asap yang menurunkan kualitas udara sehingga pemerintah daerah membagikan masker dan meliburkan sementara sekolah guna menghindari dampak paparan asap terhadap kesehatan.

Berdasarkan data statistik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai 12 September 2019 pukul 16.00 WIB terpantau ada 426 titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat. Sebanyak 1.512 personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan partoli di sejumlah lokasi titik panas. [NN]

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jokowi Perintahkan Perkuat Ekonomi Desa di Tengah Pandemi

Peristiwa   25 Sep 2020 - 09:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: