Program Bibit Gratis KLHK Viral, Ribuan Bibit di Balai Persemaian Cimanggis Langsung Ludes

TrubusNews
Syahroni
12 Sep 2019   22:00 WIB

Komentar
Program Bibit Gratis KLHK Viral, Ribuan Bibit di Balai Persemaian Cimanggis Langsung Ludes

Manajer Persemaian Permanen Cimanggis BPDASHL Citarum-Ciliwung, Cecep Firman(Kanan). (Foto : Trubus.id/ Syahroni)

Trubus.id -- Sejak Jumat (6/9) lalu, Persemaian Permanen Cimanggis yang dikelola UPT Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Citarum-Ciliwung di Jalan Raya Bogor, Tapos, Depok, Jawa Barat, ramai dikunjungi warga. Kedatangan mereka ke sana dengan satu tujuan. Mendapatkan bibit tanaman secara gratis. 

Yah, berbondong-bondong masyarakat mendatangi lokasi itu setelah melihat unggahan yang tengah viral terkait program penyaluran bibit gratis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hal itu pun diakui Cecep Firman, manajer Persemaian Permanen Cimanggis (BPDASHL) Citarum-Ciliwung.

Ia mengatakan, sebenarnya program bibit gratis bagi rakyat ini sudah lama dijalankan. Namun sepertinya masyarakat baru mengetahui beberapa hari belakangan saja usai adanya unggahan di media sosial yang kemudian jadi viral tersebut.

"Kita memang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah lama (membagikan bibit gratis). Jadi bibit gratis itu sudah ada. Sejak adanya hutan rakyat itu kan memang program-program kita memang fokuskan ke kelompok-kelompok tani di sekitar hutan. Kesininya berkembang program bibit gratis untuk masyarakat langsung," terang Cecep ketika ditemui Trubus.id, Kamis (12/9).

Cecep mengakui, pihaknya cukup terkejut ketika Persemaian Permanen Cimannggis tiba-tiba di serbu warga yang ingin meminta bibit gratis. Padahal menurutnya, seluruh Unit Pelayanan Teknis yang ada di seluruh provinsi di Indonesia juga menjalankan program yang sama selama ini. Namun yang jadi patokan, ketersediaan lahan untuk menanam bibit tersebut. Untuk porsi bibit yang disalurkan sendiri, Cecep mengatakan, saat ini dibatasi per orang maksimal hanya diperbolehkan mengambil 25 bibityang terdiri dari 5 bibit buah dan 20 bibit tanaman kayu.

Cecep menambahkan, program bibit gratis sudah dilakukan sejak akhir 2010 di bawah Ditjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Setiap tahunnya ada 1 juta bibit yang dihasilkan dan disalurkan. Namun karena kabar viral yang beredar, bibit yang biasanya disalurkan secara bertahap, langsung habis dalam waktu bersamaa.

Untuk Persemaian Permanen Cimanggis BPDASHL Citarum-Ciliwung sendiri sebenarnya hanya melayani permintaan bibit gratis untuk wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa barat bagian barat. Namun demikian, pihaknya juga tetap menyalurkan bibit gratis buat warga dari wilayah lain yang kebetulan sedang berada wilayah tersebut dengan syarat hanya menunjukkan KTP untuk pendataan dan proposal pengajuan untuk kelompok tani, yayasan, sekolah-sekolah, komunitas dan lain-lainnya.

Cecep menjelaskan, terkait jenis bibit yang disalurkan di Persemaian Permanen Cimanggis dibagi menjadi 2 golongan besar yaitu bibit produktif buah dan bibit non buah.

"Kita sendirikan sebenarnya titik beratnya ke jenis-jenis non buah untuk penghijauan lingkungan. Adapun produktif untuk kayu-kayuan seperti jati, mahoni, sengon. Dalam hal ini kita juga terbagi jadi dua bagian dari segi penyediaannya. Pertama produksi sendiri dan kedua dari masyarakat. Itu juga buah-buahannya ada, kayu-kayuannya juga ada. Untuk buah-buahan, sebenarnya dari dulu juga ada. Namun porsinya lebih kecil. Namun sekarang jadi lebih banyak untuk merangsang animo masyarakat menanam pohon," ujar cecep.

Untuk memenuhi permintaan bibit buah-buahan, kini Persemaian Permanen Cimanggis menghasilkan 30 persen bibit buah dan 70 persen bibit pohon kayu. Untuk jenis buah-buahan sendiri cecep mengatakan, di lokasi tersebut ada bibit buah seperti nangka, rambutan, jambu, matoa, mangga, jambu kristal dan lain-lain.

Namun kini, karena ketersediaan bibit sudah habis, masyarakat terpaksa harus menunggu kembali untuk mendapat bibit gratis. 

"Jadi disetop dulu (penyaluran bibit gratis). Karena kehabisan bibit. Jadi nanti November-Desember ada lagi dari produksi kita. Tunggu bibit tersedia dulu. Untuk yang okulasi sebenarnya kan memang sudah ada jadawal setahun sekali. Jadi nanti mungkin di bulan Juli tahun depan ada lagi. Tapi itu juga tergantung kebijakan pimpinan nanti. Yang jelas program tidak putus. Semua permohonan kita tampung sampai bibit tersedia kembali untuk disalurkan," terang Cecep. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Kemenkeu Segera Bekukan Aliran Dana Desa Mal-administrasi

Peristiwa   20 Nov 2019 - 08:45 WIB
Bagikan:          

Ini Syarat Pencairan Dana Desa

Peristiwa   20 Nov 2019 - 09:06 WIB
Bagikan: