Api Terus Berkobar di Tahura Sultan Thaha, Jambi

TrubusNews
Binsar Marulitua
12 Sep 2019   17:30 WIB

Komentar
Api Terus Berkobar di Tahura Sultan Thaha, Jambi

ilustrasi.Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Foto : KLHK)

Trubus.id -- Brigade Pengendalian Kebakaran (Brigdalkar) Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Manggala Agni menyatakan sudah 250 hektare kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifudin, Jambi terbakar. Hingga saat ini  kebakaran masih terjadi di kawasan tersebut. 

"Masuk hari ini sudah tiga hari kawasan di tahura terbakar, petugas dan alat yang kita miliki terbatas sehingga kita terkendala dalam melakukan pemadaman," kata Ketua Tim Brigdalkar Tahura Sultan Thaha, Sandy di Jambi, Kamis (12/9/2080).

Ia menjelaskan kebakaran yang terjadi di kawasan tahura tersebut merupakan rembetan dari kebakaran yang terjadi sebelumnya karena lokasi yang terbakar tersebut berada jauh di dalam kawasan, sehingga sulit dijangkau petugas untuk melakukan pemadaman.

Selain itu, kata dia, kebakaran yang terjadi di dalam kawasan tahura sulit dilakukan pemadaman oleh tim darat karena medan yang terdapat di dalam kawasan cukup rawan untuk keselamatan petugas.

"Ancaman satwa liar dan pohon yang tumbang juga dapat membahayakan anggota," kata Sandy.

Baca Lainnya : KLHK Klaim Karhutla Sepanjang 2019 Masih Normal

Sandy menyebutkan, kebakaran yang terjadi di kawasan tahura tersebut tepatnya di kilometer 10 Desa Senami, berjarak 2 kilometer dari titik kebakaran sebelumnya.

Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Batanghari, katanya, telah menghubungi BNPB untuk meminta bantuan "water bombing" guna membantu pemadaman.

Selain medan yang sulit, katanya, untuk melakukan pemadaman dengan tim darat juga terkendala sumber air. Karena untuk mengambil air membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam, selain itu untuk memadamkan kebakaran tersebut membutuhkan air yang cukup banyak.

Baca Lainnya : Sanggah Klaim KLHK, Walhi Minta Pemerintah Buka Kajian Pemindahan Ibu Kota Baru

"Dari segi sarana dan prasarana juga terkendala, kita hanya memiliki satu unit mobil tangki air, sehingga kita dibantu oleh tim satgas karhutla," katanya.

Meski sulit dijangkau, tim pemadam kebakaran tetap melakukan upaya pemadaman di wilayah-wilayah yang dapat dijangkau. Sementara, jika sampai malam hari pemadaman dihentikan karena berbahaya bagi keselamatan petugas, demikian Sandy. (ANTARA)


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Kemenkeu Segera Bekukan Aliran Dana Desa Mal-administrasi

Peristiwa   20 Nov 2019 - 08:45 WIB
Bagikan:          

Ini Syarat Pencairan Dana Desa

Peristiwa   20 Nov 2019 - 09:06 WIB
Bagikan: