Jakarta Akan Punya Bus Listrik Transjakarta

TrubusNews
Astri Sofyanti
12 Sep 2019   16:00 WIB

Komentar
Jakarta Akan Punya Bus Listrik Transjakarta

Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono ketika menghadiri Workshop: Soot-free Urban Bus Fleet in Asiadi Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (12/9/19). (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Sistem perluasan ganjil genap mulai berlaku sejak Senin 9 September 2019 lalu. Perluasan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum demi menekan pencemaran udara serta kemacetan. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sudah melakukan melakukan uji coba pada dua bus listrik.

Seperti diketahui, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang Mobil Listrik. Jokowi berharap aturan ini dapat menunjang industri mobil listrik di Indonesia.

Merspon hal tersebut, Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan bahwa PT Transjakarta akan bekerja sama dengan operator untuk mengoperasikan bus listrik. “Mengenai pengadaan bus listrik, Transjakarta menempatkan diri tidak sebagai pemilik bus, atau dengan kata lain PT Transjakarta tidak membeli bus, nanti pada saat operasional kita akan bekerjasama dengan para operator. Sebuah skema yang telah kita jalankan sejauh ini, operator-operator itu yang akan membeli bus dan akan dibayar per kilometer untuk mengcover biaya investasinya dan juga biaya operasionalnya mulai dari biaya listrik, baterai, penggantian spare part, teknisi, dan seterusnya. Ini yang sekarang tengah disiapkan,” kata Agung dalam Workshop: Soot-free Urban Bus Fleet in Asia di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (12/9/19).

Karena itulah, sambung Agung, kita perlu melakukan uji coba terhadap bus listrik yang dilakukan oleh PT Transjakarta dan bekerjasama dengan penyedia bus. Saat ini tengah dilakukan sertifikat uji tipe yang telah disetujui kelayakan kendaraan oleh Kementerian Perhubungan.

“Setelah dilakukan uji tipe, langkah selanjutnya perlu kita dorong platnya segera ada. Pak Menteri Perhubungan juga telah setuju dikeluarkannya plat kuning untuk bus listrik, begitu sudah ada uji tipe. Setelah dikeluarkan plat kuning bus akan siap dioperasikan. Selama masa uji coba bus Transjakarta listrik gratis paling tidak selama enam bulan. Dengan target tahun depan, bukan kita yang jalankan tapi operator,” tambahnya. Hal tersebut lanjut Agung, dilakukan untuk mengetahui biaya operasional bus listrik.

Ketika ditanya soal berapa jumlah bus listrik yang akan dioperasikan di Jakarta, pihaknya belum dapat memastikan, karena masih dalam tahap penghitungan. “Tapi kita berharap dengan ditetapkannya APBD baru kita bisa disimpulkan berapa unit yang akan didatangkan,” papar Agung.

Sementara itu, Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin atau yang akrab disapa Puput menyatakan perpindahan Transjakarta yang berbahan bakar solar serta gas ke bus listrik akan menurunkan polusi udara lokal hingga 100 persen.

“Local air pollution 100 persen akan hilang, karena bus listrik kan tidak ada knalpotnya, kalaupun ada emisi, emisinya hanya ada di pembangkit listrik, pembangkit listrinya bisa di Cirebon, Inderamayu, atau daerah lain. Jadi dalam konteks local air pollution untuk bus listrik yang dioperasikan di Jakarta akan menjadi zero emisi,” kata Puput ketika ditemui di Jakarta, Kamis.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Kemenkeu Segera Bekukan Aliran Dana Desa Mal-administrasi

Peristiwa   20 Nov 2019 - 08:45 WIB
Bagikan:          

Ini Syarat Pencairan Dana Desa

Peristiwa   20 Nov 2019 - 09:06 WIB
Bagikan: