Ganjil Genap Diperluas, Efektifkah Kurangi Polusi Udara di Jakarta

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
12 Sep 2019   14:00

Komentar
Ganjil Genap Diperluas, Efektifkah Kurangi Polusi Udara di Jakarta

Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin (Puput) ketika menggelar diskusi terkait pencemaran udara Jakarta, di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (12/9/19) (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Ibukota Jakarta akhir-akhir ini tengah mendapat sorotan kota terpolusi di dunia dari salah satu situs pemantau udara AirVisual. Pencemaran udara yang terjadi di DKI Jakarta 70 persen sumber pencemaran udara berasal dari asap kendaraan bermotor.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menekan pencemaran udara serta memperbaiki kualitas udara di Jakarta adalah dengan memberlakukan perluasan ganjil genap, sejak Senin 9 September kemarin. Sebanyak 16 ruas jalan tambahan yang mulai memberlakukan sistem ganjil genap untuk kendaraan roda empat pribadi.

Pemerintah DKI Jakarta telah merespons permasalahan polusi udara dengan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara di Ibukota. Instruksi tersebut selanjutnya diimplementasikan melalui kebijakan perluasan wilayah rekayasa lalu lintas ganjil-genap guna menekan populasi kendaraan sebagai salah satu pemicu polusi.

Baca Lainnya : Gubernur DKI Tanam Bougenville untuk Bantu Perangi Polusi Udara di Jakarta

Lalu akankah kebijakan perluasan ganjil genap di Jakarta ini efetif menekan pencemaran udara?

Merespon hal tersebut Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin menyarankan pemerintah terkait dengan kualitas udara memerlukan waktu selama tiga bulan sebelum pelaksanaan dan tiga bulan saat pelaksanaan baru dibandingkan.

“Dari situ baru akan terlihat efektifitas dari kebijakan perluasan ganjil-genap. Dalam konteks ini Pemprov DKI Jakarta tak perlu galau, kesannya kan ditekan oleh masyarakat yang mungkin merasa terganggu dengan peluasan ganjil-genap, tidak perlu galau konsisten saja, kalau kebijakan tersebut sudah diambil dalam rangka untuk mengendalikan pencemaran udara. Karena secara logic hal ini bisa menurunkan pencemaran udara,” kata Puput panggilan akrabnya ketika menggelar Workshop: Soot-free Urban Bus Fleet in Asia, di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (12/9).

Meski perluasan ganjil-genap telah dilakukan, dirinya menambahkan hal ini jangan dimanivestasikan dengan mengatakan bahwa saat ini kualitas udara langsung meningkat. Menurutnya, untuk mengetahui kualitas udara dari penerapan perluasan ganjil-genap memerlukan waktu, secara ilmiah akan terbukti setelah tiga bulan pemberlakukan perluasan ganjil-genap terhadap peningkatan kualitas udara di Jakarta.

Baca Lainnya : Kumparan Magnetik Kecil Dapat Membantu Memecah Polusi Mikroplastik

Puput mengungkapkan bahwa sepeda motor penyumbang emisi tertinggi dengan presentase 44,53 persen, kendaraan pribadi 16 persen, serta bus sebesar 21 persen.

“Tapi yakinlah pasti pencemaran udara akan turun dengan sistem perluasan ganjil-genap di ibukota, yang penting konsisten saja dijalankan. Menurut perhitungan kami pencemaran udara bisa turun,” pungkasnya. [NN]

 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Monica Chandra 12 Sep 2019 - 16:09

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: