BMKG: Asap dari Sumatera Sempat Memasuki Selat Malaka

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
12 Sep 2019   11:30

Komentar
BMKG: Asap dari Sumatera Sempat Memasuki Selat Malaka

Ilustrasi Kebakaran hutan dan lahan (Foto : Dok KLHK)

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk terus mewaspadai sebaran asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Indonesia khususnya Sumatera dan Kalimantan. 

Berdasarkan hasil pemantauan citra Satelit Terra, Aqua, Suomi-NPP, NOAA-20, dan Satelit Himawari-8 (JMA) selama 10 hari terakhir (1  – 10 September 2019) BMKG telah mengidentifikasi setidaknya terdapat 6.255 titik panas dengan kategori tingkat kepercayaan tinggi di seluruh wilayah Asia Tenggara. 

Hasil monitoring BMKG, terdapat juga jumlah titik panas di berbagai wilayah ASEAN dengan trend cenderung naik. 

Baca Lainnya : Sebut Sumber Karhutla di Sarawak, Menteri LHK Segera Layangkan Protes ke Malaysia

"Terpantau mulai tanggal 1 September 2019 sebanyak 381 titik naik menjadi 787 titik pada tanggal 4 September 2019, kemudian sempat menurun menjadi 513 titik pada 6 September 2019 dan kembali naik menjadi 829 titik pada 10 September 2019," jelas BMKG dalam keterangan tertulis, Kamis (12/9/2019). 

Lokasi dari titik panas tersebut diantaranya berada di wilayah Indonesia (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan), juga terdeteksi di Malaysia (Semenanjung Malaysia dan Serawak) , Thailand, Filipina, Papua Nugini, Vietnam, dan Timor Leste.

Pada (11/9) pagi hari, mulai terdeteksi adanya asap yang memasuki Selat Malaka dari wilayah Sumatera pada pukul 08.00 WIB. Namun, pukul 16.00 tidak terdeteksi lagi. Angin secara umum  bertiup dari arah Tenggara ke arah Barat Laut dengan kecepatan 5 sampai 10 Knot.

Terdeteksi pula asap di semenanjung Malaysia, tepatnya di zona yg cukup banyak titik-titik panas lokal di Semenanjung tersebut. 

Baca Lainnya : BMKG: 12 Wilayah Berpotensi Terjadi Peningkatan Karhutla dalam Lima Hari ke Depan

Kepedulian seluruh lapisan masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan sangat diperlukan, mengingat potensi terjadinya titik panas dan asap diprediksi masih dapat berlangsung hingga pertengahan Oktober, seiring dengan masih berlangsungnya periode musim kemarau di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Oleh karena itu sejak bulan Juli yang lalu hingga saat ini BMKG terus  memprediksi potensi kemudahan lahan terbakar, serta memonitor titik-titik panas dan sebaran asap. 

Hasil monitoring dan prediksi menjadi dasar utk melakukan pencegahan dan penanganan  karhutla di lapangan oleh BNPB, KLHK, dan Posko BPBD.


 


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: