Susuri Sungai Deli, Gubernur Sumut Soroti Masalah Limbah dan Sampah

TrubusNews
Thomas Aquinus
11 Sep 2019   15:00 WIB

Komentar
Susuri Sungai Deli, Gubernur Sumut Soroti Masalah Limbah dan Sampah

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, dan Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, meninjau dan menyusuri Sungai Deli. (Foto : Trubus.id/Kontributor RP)

Trubus.id -- Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, dan Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, meninjau dan menyusuri Sungai Deli. Penyusuran dimulai dari Jembatan Underpass Titikuning dan berakhir di Jembatan Sei Deli Jalan Perdana, Kota Medan.

Selama menyusuri sungai, orang nomor satu di Sumut memperhatikan dan mengevaluasi hal-hal yang perlu diberbaiki dan dibenahi untuk mendukung program Medan Menuju Bebas Banjir 2022, serta rencana pembangunan tol dalam kota di sepanjang jalur Sungai Deli.

Di sela-sela peninjauan, Edy menyempatkan diri menyapa warga Kampung Aur yang berkumpul di tepian sungai. Tak hanya menyapa, Edy juga menyempatkan untuk mendengar aspirasi dan berdialog dengan masyarakat.

Salah satu penduduk Kampung Aur bernama Asrini menyampaikan, masyarakat pada umumnya senantiasa mendukung program pembangunan pemerintah. Mereka, masyarakat pinggiran sungai tidak menolak program pemerintah.

Baca Lainnya : Menteri LHK Masih Periksa 1380 Kontainer Impor Diduga Bercampur Sampah dan Limbah

“Tapi kami butuh kesejahteraan. Kami mendukung untuk dilakukan pembenahan,” katanya, Rabu (11/9).

Asrini juga menyampaikan bahwa masyarakat sedang mencanangkan program Dilarang Membuang Sampah ke Sungai. Sepakat dengan Edy, Asrini merasa Sungai Deli memiliki nilai sejarah dan harus dilestarikan.

“Kita perjuangkan Sungai Deli,” ujarnya.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, dan Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, meninjau dan menyusuri Sungai Deli. (Foto: Trubus.id/Kontributor RP)

Menyahuti Asrini, Edy mengapresiasi program yang dicanangkan masyarakat. Sebagai warga yang paling dekat dengan Sungai Deli, sudah sepatutnya warga menjaga kelestariannya. Pembangunan dan pembenahan sudah pasti dilakukan.

“Nanti agar kalian juga tinggalnya di tempat yang lebih bersih,” tutur Edy.

Baca Lainnya : Rapat Terbatas, Jokowi Sampaikan Tiga Poin Pengendalian Impor Sampah dan Limbah

Dua jam melakukan penyusuran, Edy menceritakan ada banyak bangunan dan jembatan-jembatan yang perlu dievaluasi karena melanggar batas sempadan sungai. Juga masalah sampah dan limbah yang harus diselesaikan.

“Sungai Deli ini harusnya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, sampai ke anak cucu kita nanti terasa manfaatnya. Untuk itu harus kita rawat bersama,” harapnya.

Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis menyampaikan, kegiatan penyusuran Sungai Deli ini juga merupakan salah satu rangkaian acara Pesta Sungai Deli 2019 yang diinisiasi oleh Komunitas Peduli Anak dan Sungai Deli (Kopasude).

Acara terlaksana sejak tanggal 8 hingga 12 September 2019 dengan berbagai ragam rangkaian kegiatan. BPBD Sumut menyatu dengan visi Gubernur untuk mewujudkan Medan Menuju Bebas Banjir 2022.

Baca Lainnya : 1.500 Ton Sampah per Hari Bisa Hasilkan 20 Megawatt Listrik di TPA Sarbagita Suwung, Denpasar

“Selain itu, ini juga menjadi upaya kita untuk menyosialisasikan upaya-upaya pelestarian dan bebas sampah di Sungai Deli,” ungkapnya.

Penyusuran dilakukan dengan mengerahkan 13 perahu karet dan puluhan ban bagi masyarakat yang ingin bergabung. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula kegiatan penaburan 20.000 benih ikan di Sungai Deli dan penanaman pohon di lokasi akhir.

Gubernur Sumut bersama panitia juga melakukan prosesi Menghanyut Lancang Kuning atau perahu kecil berwarna kuning yang bermakna sebagai simbol penghormatan kepada sungai yang telah membawa banyak manfaat bagi kehidupan. [RP/NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: