Kebakaran Hutan Bolivia Musnahkan 2 Juta Hektare Lahan, Setengahnya di Kawasan Dilindungi

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
10 Sep 2019   22:00

Komentar
Kebakaran Hutan Bolivia Musnahkan 2 Juta Hektare Lahan, Setengahnya di Kawasan Dilindungi

Petugas pemadaman Bolivia berjuang memadamkan api. (Foto : Doc/ AFP)

Trubus.id -- Kebakaran hutan Bolivia telah menghancurkan dua juta hektar (hampir lima juta hektar) hutan dan padang rumput sejak Agustus, menurut para pejabat dilansir dari BBC, Selasa (10/9). Hampir setengah dari kehilangan tersebut berada di daerah dilindungi, yang dikenal karena keanekaragaman hayati yang tinggi.

Para ilmuwan di College of Biologist di La Paz memperkirakan bahwa regenerasi ekosistem lokal akan memakan waktu sekitar 300 tahun. Pemerintah Bolivia sendiri saat ini berada di bawah tekanan untuk mengumumkan keadaan darurat nasional. Menteri Pertahanan Bolivia, Javier Zavaleta menyalahkan orang-orang karena memulai kebakaran, menyebut mereka "penyabot" yang memainkan "permainan mengerikan".

Baca Lainnya : Kebakaran Hutan Amazon Belum Padam, Brasil Tambah Tentara Padamkan Api

"Kami memadamkan api dan ada orang di belakang kami yang memulai lagi ... Kami tidak bisa mengendalikan kebakaran hutan seperti ini," katanya dilansir dari BBC.

Temperatur tinggi dan angin kencang juga memicu kobaran api selama akhir pekan. Kelompok-kelompok sipil di Santa Cruz - wilayah yang terkena dampak paling parah - telah menetapkan tenggat waktu Selasa untuk deklarasi darurat, bersikeras bahwa itu akan membantu menyalurkan upaya-upaya pemadam kebakaran dan bantuan internasional.

Kebakaran dimulai pada bulan Mei dan meningkat pada bulan Agustus, sementara api juga berkobar di negara tetangga Brazil. Di Bolivia, Chiquitanía - zona transisi antara Amazon dan dataran rendah Gran Chaco - adalah yang terburuk.

Baca Lainnya : Terungkap, Peneliti Sebut Deforestasi Jadi Penyebab Utama Kebakaran Hutan Amazon

Pada hari Senin, Amnesty International mengirim surat kepada pemerintah, meminta Presiden Evo Morales untuk menunda keputusan Juli, yang mengizinkan 'pembakaran terkendali' di daerah yang terkena dampak untuk membantu petani membuat plot yang lebih besar untuk tanaman.

María José Veramendi Villa, peneliti Amerika Selatan untuk Amnesty International, mengatakan, Brasil bukan satu-satunya negara yang menderita kebakaran hutan yang mengerikan di Amazon.

" Alih-alih membuat deklarasi publik yang kontradiktif dan tidak berdasar, otoritas Bolivia harus secara ilmiah dan independen menyelidiki asal krisis serius ini." ujarnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: