Pemerintah Dinilai Perlu Memberi Insentif kepada Produk Tembakau Alternatif

TrubusNews
Binsar Marulitua
10 Sep 2019   14:30 WIB

Komentar
Pemerintah Dinilai Perlu Memberi Insentif kepada Produk Tembakau Alternatif

Petani di lereng Gunung Sindoro sedang mengangkut hasil temabakau sebagai bagian dari bahan untuk memproduksi rokok. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Direktur Program  Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti menilai pemerintah perlu memberlakukan pemberian insentif fiskal bagi produk tembakau alternatif. Beberapa negara maju telah membuktikan kebijakan ini dapat diimplementasikan dengan baik. 

"Beberapa negara seperti Inggris, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru, sudah membuktikan bahwa kebijakan harm reduction dapat diimplementasikan dengan baik di sana. Negara tersebut sudah memberikan insentif fiskal berupa tax reduction bagi industri yang memproduksi produk yang ramah lingkungan dan rendah risiko,” kata Esther dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Baca Lainnya : Tragis, Panen Sukses Tapi Harga Tembakau di Temanggung Terjun Bebas

Esther menjelaskan berdasarkan hasil kajian ilmiah dari Public Health England, produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, tidak menghasilkan TAR dan memiliki zat kimia berbahaya yang lebih rendah hingga 95 persen daripada rokok.

“Beberapa studi sudah dilakukan dan membuktikan bahwa produk tembakau alternatif memiliki zat berbahaya dan risiko yang lebih rendah daripada rokok. Kajian tersebut juga menyebutkan bahwa produk tembakau alternatif berhasil mengurangi jumlah perokok di beberapa negara,” ucapnya.

Saat ini, masih banyak pro dan kontra mengenai produk tembakau alternatif. Namun, kondisi tersebut dapat dijadikan momentum bagi pemerintah untuk memperkuat berbagai penelitian lokal berbasis ilmiah tentang produk tersebut.

Baca Lainnya : Dalam 10 Tahun, Jumlah Petani Tembakau Turun Drastis

Dengan langkah pemerintah memberikan insentif fiskal, lanjut Esther, industri rokok akan terpacu untuk melakukan riset dan pengembangan produk tembakau yang rendah risiko.

“Bagi perokok, cara yang terbaik untuk mengurangi kesehatan mereka adalah dengan berhenti merokok. Namun, bagi perokok yang tidak bisa berhenti merokok, maka mereka dapat didorong untuk menggunakan produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko,” jelas Esther.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: