Tokyo Lumpuh dalam Pusaran Badai Faxai, Kebocoran Radiasi Reaktor Nihil

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
10 Sep 2019   10:30

Komentar
Tokyo Lumpuh dalam Pusaran Badai Faxai,  Kebocoran Radiasi Reaktor Nihil

Ilustrasi badai (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Energi Atom Jepang (JAEA) melaporkan tidak ada kebocoran radiasi saat amukan badai Faxai menerjang wilayah Tokyo, Jepang pada Senin (9/9/2019) kemarin. Badai dengan kecepatan angin mencapai 210 km/jam dilaporkan telah membuat kerusakan parah dan kelumpuhan kota tersebut. 

"Menara pendingin di reaktor riset Oarai roboh tapi tak ada kebocoran radiasi, " tulis JAEA seperti dikutip Reuters, Selasa (10/9/2019). 

JAEA juga mengonfirmasi reaktor itu sudah tidak beroperasi sejak 2006 dan akan segera dinonaktifkan secara total. Jadi tidak ada kebocoran radiasi yang berdampak pada para pekerja atau lingkungan sekitar. 

Angin dengan kekuataan besar tersebut juga membuat panel surya pada pembangkit listrik tenaga surya apung di tenggara Tokyo mengalami kebakaran. Selain itu Beberapa tanah longsor terjadi dan satu jembatan hanyut terbawa banjir.

Baca Lainnya : CIFOR Berharap Jokowi Pertahankan Tata Kelola Hutan Indonesia

Lebih dari 160 penerbangan pesawat dibatalkan dan beberapa jalur kereta juga ditutup selama beberapa jam akibat badai . Situasi semakin parah pada kota dengan populasi 36 juta jiwa manakala beberapa tanah longsor terjadi dan satu jembatan hanyut terbawa banjir. 

Sejumlah rambu jalan dan papan iklan roboh dari gedung, truk-truk terbalik, atap gedung lepas dan kaca pecah bertebaran di jalanan.

Tidak hanya itu, sebanyak 930.000 rumah mengalami listrik padam akibat badai, termasuk di seluruh kota Kamogawa.

“Namun jumlah rumah yang mengalami listrik padam berkurang menjadi 840.000 pada siang hari,” ungkap pernyataan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang.

Otoritas memperingatkan warga agar tidak menghindari berada di luar ruangan akibat badai tersebut. Sementara jumlah korban jiwa yang baru terdata sebanyak satu orang dilaporkan tewas setelah ditemukan di jalanan Tokyo dan dibawa ke rumah sakit. 

Wanita lain berusia 20-an tahun diselamatkan dari rumahnya di Ichihara, timur Tokyo, setelah rumahnya rusak terkena tiang besi dari lapangan golf di dekatnya. Wanita itu mengalami luka serius.

 “Ada bunyi pusaran gemuruh, saya tidak dapat mengetahui apa itu. Lalu saya melihat ke atas dan melihat satu lubang besar di atap, tapi saya tetap tidak tahu apa yang telah terjadi,” kata seorang tetangga wanita tersebut papar laporan NHK.

Beberapa restoran cepat saji di pusat Tokyo tutup dan melindungi kaca toko dengan kayu. Pohon-pohon roboh di berbagai lokasi di Tokyo. Beberapa pohon menimpa jalur kereta sehingga melumpuhkan layanan kereta.

Baca Lainnya : Rapat Terbatas, Jokowi Sampaikan Tiga Poin Pengendalian Impor Sampah dan Limbah

Makanan pun habis diborong para pelancong di sejumlah toko bandara. Pelancong yang marah itu pun menambahkan, “Mereka mengizinkan pesawat-pesawat mendarat dan ribuan penumpang turun ke bandara yang terisolir. Tak ada bus, tak ada kereta. Koneksi satu-satunya adalah kereta swasta yang beroperasi setiap setengah jam ke Tokyo.”

Pelancong itu tiba di bandara sebelum pukul 4 sore waktu lokal dan baru mendapat bus pada pukul 7.30 sore setelah berdiri antre beberapa jam. “Istri saya mengatakan: bagaimana jika ini terjadi selama Olimpiade?” tutur dia pada Reuters.

Suhu di Tokyo mencapai 36 derajat Celsius sebelum badai menerjang kota itu. Otoritas pun memperingatkan warganya pada risiko terkena stroke panas.

Kondisi cuaca dan badai ekstrem semakin sering terjadi di berbagai belahan bumi akibat pemanasan global. Emisi gas rumah kaca yang memicu pemanasan global mengakibatkan perubahan iklim secara drastis di berbagai penjuru dunia. S

ebelumnya, badai Dorian menerjang Bahama, Amerika Serikat dan Kanada. Korea Selatan dan Korea Utara juga diterjang badai Lingling.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: