Angin Kencang Perparah Kebakaran Hutan di Queensland

TrubusNews
Astri Sofyanti
09 Sep 2019   18:30 WIB

Komentar
Angin Kencang Perparah Kebakaran Hutan di Queensland

Kobaran api membakar kawasan hutan di negara bagian Queensland (Foto : Sky News Australia)

Trubus.id -- Kebakaran hutan yang terjadi negara bagian Queensland, Australia diperparah oleh angin kencang, Senin (9/9). Berdasarkan informasi dari petugas pemadam kebakaran, kobaran api yang tak terkendali menghanguskan ribuan hektare lahan.

Bahkan dilaporkan, tiupan angin keras juga berdampak pada beberapa penerbangan menuju Bandara Sydney. “Akibatnya salah satu landasan pacu bandara tersibuk di negara itu ditutup selama tiga jam pada Senin pagi,” sebut keterangan perusahaan layanan industri penerbangan milik pemerintah, Air Services Australia.

Kebakaran hutan terjadi lebih awal dari biasanya di negara bagian Queensland dan New South Wales, pada musim semi di belahan bumi selatan. Kejadian itu memicu peringatan dari dinas kebakaran menjelang musim panas, yang berlangsung dari Desember hingga Februari.

Baca Lainnya : Kebakaran di Queensland Meluas, Badan Otoritas Prediksi Hingga Tiga Hari ke Depan Belum Padam

"Majunya musim panas ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata Neil Gallant, wakil komisaris Layanan Darurat dan Kebakaran Queensland, mengutip Reuters, dari Antaranews, Senin (9/9).

Kejadin ini menyusul dua tahun kemarau yang menyebabkan sebagian wilayah negara mengalami kekeringan.

"Tetapi jika seperti sekarang ini, kami benar-benar khawatir bahwa selama beberapa bulan ke depan kami tidak akan mendapat jeda dari kondisi kebakaran hutan saat ini," ungkapnya kepada Australian Broadcasting Corp (ABC) TV.

Sebelumnya Badan Meteorologi memperingatkan angin kencang dengan kecepatan sekitar 90 kilometer per jam kemungkinan muncul di sepanjang pantai timur New South Wales selama Senin. Angin diperkirakan akan mereda pada Selasa (10/9). [NN]

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Naik Jadi 2.858 Jiwa

Peristiwa   28 Feb 2020 - 12:04 WIB
Bagikan: