Bantah Terlibat Kasus Investasi dan Swasembada Gula, Ini Penjelasan Kementerian Pertanian

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
09 Sep 2019   14:30

Komentar
Bantah Terlibat Kasus Investasi dan Swasembada Gula, Ini Penjelasan Kementerian Pertanian

Jajaran Kementerian Pertanian ketika melakukan konferensi pers di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (9/9). (Foto : Dok. Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Menyikapi pemberitaan Majalah Tempo Edisi 4827/9-15 September 2019 berupa liputan “Investasi Swasembada Gula Cara Amran dan Isam: Gula-gula Dua Saudara", Kementerian Pertanian berkeberatan terhadap pemberitaan tersebut. Kementan mengirimkan somasi sekaligus melayangkan pengaduan pada Dewan Pers.

Surat tersebut ditujukan kepada Direktur Utama PT. Tempo Inti Media, Tbk cq. Pemimpin Redaksi Majalah Tempo. MM Eddy Purnomo, Kepala Biro Hukum Kementan mengatakan, banyak penggunaan kalimat dan kata pada berita tersebut yang tendensius dan membangun opini negatif kepada publik.

"Tempo membangun narasi terdapat keistimewaan bagi perusahaan tertentu melakukan investasi di bidang perkebunan tebu. Padahal Kementan secara profesional mendampingi 10 investor guna mensukseskan swasembada gula dan mengawal 300 investor yang berminat disektor lain," ungkap Eddy saat melakukan konferensi pers di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (9/9).

Baca Lainnya : Kementan Sebut Ekspor Produk Pertanian Kian Terbuka

Ia tidak patut untuk masuk dalam pemberitaan, karena dugaan ataupun asumsi yang ada dalam pemberitaan telah dijawab dengan jelas dan lugas oleh Menteri Pertanian dalam wawancara yang dilakukan oleh Wartawan Tempo pada tanggal 26 Agustus 2019.

Selain itu, pihaknya juga menceritakan bahwa Pemberian bantuan untuk memperlancar pengurusan izin konsesi tebu tidak hanya diberikan kepada PT. Jhonlin Batu Mandiri, melainkan juga kepada 10 (sepuluh) investor lainnya, seperti PT. Pratama Nusantara Sakti (PNS). Dalam hal ini, Menteri Pertanian mendukung penuh pembangunan pabrik gula PNS dengan membantu percepatan penerbitan izin sesuai peraturan perundang-undangan.

Fakta menunjukkan bahwa pimpinan tempo ikut memfasilitasi pada saat peletakan batu pertama pembangunan Pabrik Gula PT. Pratama Nusantara Sakti di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada tanggal 22 Mei 2017, Mentan hadir dan menandatangani prasastinya, atas dukungan penuh saudara  Wahyu Muryadi yang pada saat itu menjabat sebagai Corporate Communication Officer (CCO) Majalah Tempo dan Pemimpin Redaksi Tempo TV, serta pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, termasuk dalam penyediaan helikopter.

Baca Lainnya : Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Paparkan Data Perunggasan

"Namun fakta yang telah diketahui tersebut, tidak dimuat Tempo dan terkesan seperti menyembunyikan fakta Mentan mendukung investor lainnya tanpa pamrih atau imbalan apapun. Mentan selalu ikhlas kerja untuk ummat, bangsa dan Negara," tegas Eddy.

Selain itu dalam pemberitaan Tempo disebutkan soal sumbangan mesjid senilai Rp. 100 juta untuk pembangunan masjid di kampung halaman Menteri Pertanian, Eddy menyatakan hal ini tidak ada hubungannya dengan jabatan menteri, karena sejak masjid dibangun Menteri Amran telah memberikan bantuan, sampai masjid selesai dan pada saat itu belum menjadi Menteri Pertanian.

"Disayangkan bantuan untuk sarana ibadah umat Islam dipolitisasi oleh Majalah Tempo, padahal Menteri Amran secara pribadi telah melakukan hal serupa sejak dulu dan di berbagai tempat. Mentan sangat peduli pada ummat khusus bantuan sarana ibadah Masjid, Yatim piatu, dhuafa, bencana alam serta kegiatan sosial lainnya tapi jarang diekpose," tegasnya.

Eddy mengatakan Kementan mempunyai catatan khusus pemberitaan Majalah Tempo cenderung negatif terhadap Kementan, bahkan pada 2017, 67% berita Tempo berisikan pemberitaan negatif terhadap program Kementerian Pertanian.

Baca Lainnya : Kementan-Kodam Siliwangi Sinergi Atasi Kemarau dengan 3 Solusi Ini

"Berita-berita tersebut tidak objektif, tendensius, menyesatkan, dan menggiring opini negatif kepada publik untuk menyudutkan Kementerian Pertanian.

Ditemukan adanya berita pesanan oleh pihak tertentu pada media tertentu dengan imbalan khusus, tetapi media tersebut tidak mau memuat berita tersebut, karena diduga berafiliasi dengan mafia pangan. Akan tetapi substansi berita tersebut dimuat di Majalah Tempo," ungkapnya lagi.

Eddy menyesalkan pemberitaan yang tidak sesuai dengan semangat Pers Nasional yang berkewajiban memberitakan informasi berdasarkan asas praduga tak bersalah, memberikan informasi yang tepat, akurat dan benar serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Kementan menilai bila hal ini dibiarkan dan tidak dilakukan koreksi, akan sangat merugikan dan mencemarkan nama baik serta merusak reputasi Kementerian Pertanian. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian menyatakan keberatan atas pemberitaan tersebut dan melayangkan teguran atau somasi. [NN]

 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Monica Chandra 09 Sep 2019 - 19:33

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan: