Jakarta Masih Peringkat Ketiga Udara Terburuk Kota Besar di Dunia

TrubusNews
Binsar Marulitua
09 Sep 2019   12:30 WIB

Komentar
Jakarta Masih Peringkat Ketiga Udara Terburuk Kota Besar di Dunia

Indeks kota kota dalam rangking udara terburuk kota besar dunia (Foto : World AQI Ranking)

Trubus.id -- Ibu kota Jakarta belum bisa keluar dari pusara kualitas udara terburuk kota besar di dunia. Berdasarkan data yang dihimpun AirVisual pada Senin (9/9/2019) pagi, kota yang lahir dari nama batavia tersebut masih berada di posisi 3 kualitas udara terburuk di dunia. 

Pada pukul 11.00 WIB, kualitas udara Jakarta berada pada level tidak sehat dengan parameter US Air Quality Index (AQI US) 156 atau berkategori tidak sehat bagi masyarakat sensitif.

Tingkat polusi udara Jakarta pada Senin pagi tercatat lebih tinggi dari polusi udara pada Minggu pukul 6.00 WIB yang membukukan angka 130 AQI US.

Kota Beijing, China menduduki peringkat pertama kota terpolutan dengan US AQI 177, disusul oleh Lahore di Pakistan dengan US AQI 167. 

Di bawah Indonesia Dhaka, Bangladesh  US AQI 153, dan Kabul, Afganistan dengan US AQI 153.

Baca Lainnya : Cuaca Jakarta 9 September 2019, Cerah Berawan

Indikator AirVisual memperlihatkan kualitas udara Jakarta tidak sehat untuk kelompok sensitif dengan parameter polutan PM2.5 konsentrasi 64,2 ug/m3.

Indeks kualitas udara di Kemayoran juga tercatat di laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sekitar pukul 07.00 WIB tercatat berdasarkan parameter PM2.5 konsentrasi 38,69 ug/m3.

BMKG juga mencatat cuaca di sebagain besar wilayah DKI Jakarta cerah berawan dari Senin (9/9/2019) pagi hingga malam hari. Selanjutnya, pada dini hari cuaca juga diprakirakan terus cerah berawan.

Berdasarkan situs resmi "www.bmkg.go.id" pada Senin pagi wilayah Jakarta Barat cerah berawan dengan suhu terendah 23 derajat Celcius dan tertinggi 34 derajat Celcius. Kelembapan udara mencapai 50 hingga 80 persen.

Baca Lainnya : Jakarta Kembali Rangking Pertama Udara Terkotor Dunia pada Kamis Pagi

Pemerintah DKI Jakarta telah mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara di Ibu Kota.

Instruksi tersebut selanjutnya diimplementasikan melalui kebijakan perluasan wilayah rekayasa lalu lintas dengan plat nomor ganjil-genap, guna menekan populasi kendaraan sebagai salah satu pemicu polusi.

Jakarta juga melakukan uji emisi secara rutin hingga membatasi usia pakai kendaraan yang akan melintas di wilayah setempat.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: