Danau Toba Siap Terima Investasi Pariwisata Triliunan Rupiah

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
08 Sep 2019   19:00

Komentar
Danau Toba Siap Terima Investasi Pariwisata Triliunan Rupiah

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. (Foto : Dok Kemenpar)

Trubus.id -- Direktur Badan Otorita Pelaksana (BOP) Danau Toba Arie Prasetyo dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dan Menteri Koordinator (Kemenko) Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Gedung Serba Guna Universitas Del, Desa Sitoluama, Kecamatan Laguboti, Toba Samosir pada Jumat siang (6/9), mengatakan destinasi super prioritas Danau Toba di Sumatera Utara (Sumut) harus siap menerima investasi pariwisata triliunan rupiah.

Hal tersebut dikemukakannya sebab sudah ada beberapa investor melirik untuk menanamkan modalnya di Danau Toba.

"Sudah ada penandatanganan MoU untuk komitmen investasi di Lahan Zona Otorita Danau Toba dengan total nilai rencana investasi dari 7 MoU tersebut mencapai sekitar Rp6,1 triliun," jelas Arie Prasetyo.

Dalam siaran persnya, Sabtu (7/9), pihaknya kini sedang mempersiapkan dokumen perjanjian kerja sama dengan para investor tersebut yang rencananya akan dibahas bersama-sama pada pekan kedua September ini.

Baca Lainnya : Destinasi Prioritas Danau Toba Kembangkan Glamping dan Budaya

Menurut Menpar Arief Yahya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan pariwisata kawasan Danau Toba berjalan sesuai rencana. Terutama dalam menyambut penyelenggaraan groundbreaking glamorous camping atau glamping.

"Pada 10 Oktober 2019, pembangunan jalan sepanjang 1,9 kilometer dengan lebar 7 meter sudah selesai. Sementara penyediaan utilitas dasar lainnya seperti listrik dan air akan  rampung pada 2020," jelas Menpar Arief Yahya.

Dalam rapat ini, Menpar Arief Yahya juga mengingatkan para Bupati untuk memasukkan destinasi wisata di daerahnya masing-masing ke dalam masterplan pembangunan destinasi pariwisata super prioritas Danau Toba. "Nantinya akan ada 4 Key Tourism Area (KTA), karena itu jangan sampai ada objek wisata yang tidak terdaftar di masterplan," himbau Menpar Arief Yahya.

Imbauan yang sama juga disampaikan oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. "Dalam masterplan yang ada akan dikombinasikan antara pembangunan infrastruktur dengan atraksi," tegas Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Baca Lainnya : Mendorong Pengembangan Ekowisata Sebagai Daya Tarik Danau Toba

Selain itu, komitmen pemerintah dalam membangun pariwisata ini juga tercermin pada alokasi anggaran pembangunan yang mengalami kenaikan signifikan. "Anggaran untuk pembangunan wisata di Danau Toba mencapai Rp2,2 triliun. Naik hingga hampir tiga kali lipat dari tahun 2019 yaitu Rp821 miliar," papar Menpar Arief Yahya.

Menurut Menpar Arief Yahya, inisiatif pengembangan Kawasan Danau Toba ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut. "Rata-rata pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sejumlah kabupaten sekitar Danau Toba adalah sebesar 79 persen akibat tumbuhnya sektor pariwisata," tegas Menpar Arief Yahya.

Baca Lainnya : Menpar Minta Pemda Maksimalkan Rp2,2 Triliun Kembangkan Pariwisata Danau Toba

Branding yang ingin dibangun untuk Danau Toba sendiri adalah Supervolcano Geopark. Branding ini akan semakin kuat mengingat kawasan ini sudah secara de facto telah mendapat pengakuan UNESCO sebagai Global Geopark. "Pada 4 September 2019, Danau Toba sudah mendapat predikat UNESCO Global Geopark (UGG). Hal ini menjadikan positioning untuk menjadikan Danau Toba destinasi wisata kelas dunia semakin kuat," ujar Menpar Arief Yahya.

Masuknya Danau Toba sebagai UGG menambah jumlah geopark dari Indonesia yang telah diakui dunia yaitu Gunung Batur, Ciletuh, Gunung Sewu, dan Gunung Rinjani. [NN]

 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Cindy Tanaka 08 Sep 2019 - 21:35

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: