Peta Rawan Bencana di Kota Palu Harus Berdasarkan Potensi Bahaya di Masa Depan

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
08 Sep 2019   18:00

Komentar
Peta Rawan Bencana di Kota Palu Harus Berdasarkan Potensi Bahaya di Masa Depan

Ilustrasi bencana (Foto : Trubus.id/Thomas Aquinus)

Trubus.id -- Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Haris Kariming mengungkapkan, penentuan lokasi gempa dan likuefaksi ​​​​​​Kota Palu dalam peta rawan bahaya harus mengacu pada potensi bahaya di masa depan, bukan mengacu pada lokasi gempa dan likuefaksi 2018.

"Berdasarkan pemetaan Lidar (Light Detection and Ranging), kejadian likuefaksi dan longsor besar di masa lalu tidak terjadi di lokasi yang sama dengan kejadian 2018. Dengan demikian, tanpa penelitian yang komprehensif, kemungkinan lokasi gempa dan likuefaksi 2018 tidak dapat dijadikan acuan untuk lokasi kejadian yang sama di masa depan," ujarnya di Palu, Minggu (8/9) dikutip Antaranews.

Sebelumnya, penentuan lokasi gempa dan likuefaksi untuk peta rawan bahaya di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu bertujuan untuk mengurangi resiko bencana serupa di masa yang akan datang.

Baca Lainnya : Pasca Bencana, Kini Sulawesi Tengah Fokus Tambah Areal Tanam Pajale

Pernyataan Haris itu mengacu pada surat Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) nomor 10716/Dt.6.1/08/2019 perihal Penyampaian Rekomendasi Ahli Nasional tentang Perlindungan Pesisir Palu Terhadap Ancaman Tsunami, Gempa bumi dan Likuefaksi yang ditandatangani Direktur Pengairan dan Irigasi selaku Ketua Kelompok Kerja II Bidang Pemulihan Infrastruktur Wilayah Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris.

Dirinya menyampaikan, para ahli dalam rekomendasinya di surat itu menekankan pembuatan peta rawan bahaya seharusnya mengacu pada potensi bahaya di masa depan.

Baca Lainnya : Karhutla Bencana Paling Dominan Sepanjang Agustus 2019

 "Sebagai contoh, pemetaan zona bahaya likuefaksi yang saat ini sedang disusun oleh berbagai pihak, cenderung mengacu pada area-area kejadian Iikuefaksi 2018," lanjutnya.

Untuk itu, sambungnya, para ahli mengusulkan dilakukan penelitian secara lebih komprehensif menggunakan metodologi baku dalam penentuan mikro zonasi yang selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam penentuan zona rawan bahaya. (ANTARA)

 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Cindy Tanaka 08 Sep 2019 - 21:35

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: