KKP Gandeng Kemenhub Latih Kecakapan Awak Kapal Perikanan

TrubusNews
Binsar Marulitua
06 Sep 2019   23:59 WIB

Komentar
KKP Gandeng Kemenhub Latih Kecakapan Awak Kapal Perikanan

Para nelayan peserta berpoto bersama usai mengikuti Bimtek/Pelatihan Surat Keterangan Kecakapan 60 Mil di Pelabuhan Perikanan (PP) Sentra Pembangunan Kelautan dan Perikanan (SKPT) Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (3/9/2019) lalu.  (Foto : Dokumentasi KKP)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkolaborasi dalam peningkatan kompetensi awak kapal/nelayan melalui Bimtek/Pelatihan Surat Keterangan Kecakapan 60 Mil di Pelabuhan Perikanan (PP) Sentra Pembangunan Kelautan dan Perikanan (SKPT) Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (3/9) lalu. 

Kegiatan ini merupakan salah satu tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Nomor: 01/PT/KKP/PKS/III/2019 dan HK.201/2/17/DJPL/2019 perihal Pelayanan Status Hukum Kapal Penangkap Ikan dan Kepelautan (Pas Kecil, Pas Besar, Surat Ukur, Gross Akta, Sertifikat Keselamatan dan Pencemaran, dan SKK 30/60 mil).

Kegiatan ini diikuti oleh 107 orang awak kapal/nelayan di Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, khususnya yang berdomisili di sekitar PP SKPT Sebatik.

Baca Lainnya : Jokowi Tinjau Penataan Kawasan Tepi Sungai Kapuas

Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan, Goenaryo, dalam arahannya yang dibacakan oleh Kasubdit Pengawakan Kapal Perikanan menyampaikan bahwa Bimtek/pelatihan SKK 60 Mil ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kompetensi/keahlian awak kapal/nelayan guna menjamin keselamatan pelayaran dalam kegiatan penangkapan ikan. 

Peristiwa kecelakaan laut yang kerap terjadi seperti tabrakan, baik sesama antara kapal penangkap ikan maupun antara kapal penangkapan ikan dengan kapal niaga, merupakan tantangan dan pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan secara bersama-sama oleh kedua instansi ini. 

Lanjut Goenaryo, upaya bersama KKP dengan Kemenhub dalam pelaksanaan Bimtek/Pelatihan SKK 60 mil di PP SKPT Sebatik ini, merupakan terobosan penting dalam upaya memperluas cakupan pelatihan ini kepada awak kapal/nelayan, yaitu pelaksanaan pelatihan di sentra-sentra nelayan/awak kapal.  Secara regular, selama ini pelaksanaan kegiatan serupa dilaksanakan di Kantor KSOP setempat.  

Baca Lainnya : Serahkan SK TORA di Kalbar, Jokowi Ingatkan 133 Ribu Hektare Ditanami Agar Produktif

Diharapkan, ke depannya agar pola seperti ini dapat dilanjutkan dan dilaksanakan di lokasi-lokasi sentra nelayan lainnya di seluruh Indonesia.  Hal ini guna mengakomodir kepentingan awak kapal/nelayan di seluruh Indonesia yang masih perlu dilatih dan diberikan pengetahuan terkait keselamatan pelayaran dalam kegiatan penangkapan ikan.

Pengajar/instruktur dalam Bimtek ini, berasal dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan, Kalimantan Timur. Materi bimtek/pelatihan antara lain mencakup hukum matirim, kecakapan pelaut, permesinan kapal, olah gerak, dan pengamatan. 

Selanjutnya, disampaikan juga materi tentang tata cara dan prosedur pertolongan pertama pada kecelakaan di laut serta prosedur darurat dan pencarian apabila terjadi kecelakaan laut (search and rescue/SAR). 

Syaharuddin, selaku salah satu pengajar/instruktur dari KSOP Kelas III Tarakan  menyampaikan bahwa dengan mengikuti bimtek/pelatihan SKK 60 mil ini, diharapkan akan meningkatkan keahlian dan keterampilan bagi awak kapal/nelayan dalam kegiatan pelayaran.

Tidak terbatas pada kapal penangkap ikan saja, tetapi dapat juga digunakan untuk mengoperasionalkan kapal niaga tradisional s.d. ukuran 35 GT, seperti kapal pengangkut sembako antar-pulau dan kapal pengangkut ikan dan/atau hasil tambak. Hal ini tentu membuka peluang atau lapangan pekerjaan lain bagi awak kapal perikanan/nelayan.

Selain itu, dalam rangka pemenuhan salah satu dokumen awak kapal/nelayan sebagaimana diatur dalam Peraturan Dirjen Perhubungan Laut Nomor HK.103/3/2/DJPL-18Apalagi, sertifikat yang diperoleh setelah mengikuti kegiatan bimtek/pelatihan SKK 60 ini, dapat dipergunakan sebagai persyaratan untuk memperoleh Buku Pelaut Merah, yaitu dokumen resmi negara yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk pelaut yang bekerja di atas kapal penangkap ikan/kapal layar motor/kapal tradisional. 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: