1.508 Nelayan Kaltara Telah Terima KUR Perikanan Tangkap Sebesar Total Rp35 Miliar 

TrubusNews
Binsar Marulitua
06 Sep 2019   23:30 WIB

Komentar
1.508 Nelayan Kaltara Telah Terima KUR Perikanan Tangkap Sebesar Total Rp35 Miliar 

Para nelayan penerima KUR berpoto bersama dalam kegiatan Pekan Nelayan Perbatasan Bangkit yang digelar 2 – 4 September 2019 di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. (Foto : KKP)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan, telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perikanan Tangkap senilai total Rp35.823.978.085 di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk 1.508 nelayan.

Melalui fasilitasi pendanaan nelayan Sebatik sudah mengakses pendanaan sebesar Rp8.617.500.000 kepada 171 debitur hingga akhir Agustus 2019. 

“Permodalan nelayan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini mampu menghilangkan kendala-kendala bahwa nelayan kecil itu minim modal, minim sarana prasarana, dan lainnya. Kita pertemukan nelayan dengan perbankan, kita ubah pola berpikir mereka yang menganggap pengajuan modal dari perbankan itu rumit,” jelas Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, M. Zulficar Mochtar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (6/9).

Baca Lainnya : KKP Serahkan Inovasi ALTIS-2 Bantu Pengusaha Perikanan Pekalongan

Zulficar mengatakan, pemerintah sangat fokus mewujudkan pilar kesejahteraan, di samping 2 (dua) pilar lainnya yaitu kedaulatan dan keberlanjutan.

"Tiga pilar pembangunan kelautan dan perikanan itu saling terkoneksi. Kita tahu KKP telah dan terus memberantas illegal, unreported, and unregulated fishing (IUUF) agar keberlanjutan sumber daya ikan terjaga. Kini ikan banyak, nelayan tidak perlu mencari ikan, mereka menangkap ikan yang berlimpah," tutur Zulficar.

Fasilitas permodalan salah satunya dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Pekan Nelayan Perbatasan Bangkit yang digelar 2 – 4 September 2019 di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

SKPT Sebatik yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia memiliki nilai sangat strategis untuk mengakselerasikan perekonomian lokal sekaligus lambang kedaulatan di perbatasan. 

Terlebih SKPT Sebatik juga berada di kawasan perairan yang kaya yaitu WPP (wilayah pengelolaan perikanan) 713 dan 716 dengan tingkat pemanfaatan yang masih bisa dioptimalkan.

Untuk semakin memudahkan akses nelayan terhadap permodalan, DJPT pada kesempatan yang sama juga meresmikan pojok pendanaan nelayan di SKPT Sebatik. 

“Pojok pendanaan nelayan ini menjadi tempat bertemunya nelayan dengan penyuluh perikanan, petugas konsultan keuangan mitra bank (KKMB), Pendamping Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP), maupun dengan Account Officer lembaga keuangan dalam pendampingan proses pengajuan kredit sehingga permasalahan-permasalahan permodalan nelayan dapat diatasi,” jelas Zulficar.

Baca Lainnya : KKP Ajak Akademisi Wujudkan

Peresmian pojok pendanaan nelayan SKPT Sebatik juga dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltara, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan, Kepala Unit SKPT Sebatik, Perwakilan Lembaga Keuangan (BNI, BRI, Mandiri, Bank Kaltimtara, PT. Pegadaian, dan BLU LPMUKP); PT Jasindo, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Plt. Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Syahril AR menjelaskan, kegiatan Pekan Nelayan Perbatasan Bangkit merupakan wujud implementasi agenda prioritas pembangunan nasional yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, dengan sub-agenda pengembangan ekonomi maritim dan kelautan. 

“Pada rangkaian kegiatan ini selain dilaksanakan fasilitasi permodalan dan asuransi nelayan juga permudah nelayan dalam pengurusan perizinan bagi kapal berukuran <30 GT melalui gerai status hukum kapal dan kepelautan. Di acara ini kita juga lakukan pendataan awak kapal/nelayan yang akan mengikuti pelatihan sertifikat kompetensi kelautan (SKK) dan penerbitan buku pelaut,” ujarnya. 

Baca Lainnya : KKP Akhiri Kerjasama dengan Badan Antariksa Inggris dan Inmarsat Setelah 2,5 Tahun

Dia menambahkan, dengan adanya kegiatan ini, nelayan juga semakin mampu meningkatkan kapasitas usahanya dan menumbuhkan motivasi wirausaha untuk menciptakan dan mengembangan usaha ekonomi produkif sebagai mata pencaharian alternatif.

“Sebagai nelayan di pulau terdepan Indonesia, pemerintah terus mendorong agar nelayan di sini semakin berdaya dan menjadi ujung tombak penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan melalui SKPT Sebatik,” tutupnya.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: