Cegah Eksploitasi Kayu, Bahan Konstruksi Ber-SNI Wajib Dipakai dalam Pembangunan Ibu Kota Baru

TrubusNews
Syahroni
06 Sep 2019   21:00 WIB

Komentar
Cegah Eksploitasi Kayu, Bahan Konstruksi Ber-SNI Wajib Dipakai dalam Pembangunan Ibu Kota Baru

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin diapit Ketua Umum dan Sekjen ARFI. (Foto : Trubus.id/ Syahroni)

Trubus.id -- Pemerintah memutuskan untuk memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kabupaten Penajam Pasar Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, di Provinsi Kalimantan Timur. Seiring rencana tersebut, pembangunan masif di kedua lokasi itu pastinya akan segera dimulai. Namun demikian, ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian dalam pelaksanaannya. Mengurangi dampak kerusakan lingkungan salah satunya. 

Karena itu, guna meminimalisir pengeksploitasian kayu dari hutan sekitar sebagai salah satu material yang biasa digunakan dalam pembangunan, penggunaan baja ringan harus lebih dikedepankan. 

Baca Lainnya : Infrastruktur Angkutan Massal Ramah Lingkungan Disiapkan untuk Ibu Kota Baru

“Membangun tanpa menggunakan kayu-kayu lokal. Di sini peran produk ramah lingkungan,” ujar Nicolas Kesuma, Sekjen Asosiasi Roll Former Indonesia (ARFI), asosiasi yang mewadahi 11  produsen penghasil produk akhir baja seperti atap gelombang, genteng metal, rangka atap, rangka plafon dan dinding. 

Namun demikian, Nicolas mengatakan, baja yang digunakan dalam pembangunan itu tentunya harus yang sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). 

“Bagaimana proses pembangunan itu berjalan. Adanya standarisasi baja ringan. SNI wajib. Harus segera direalisasikan oleh pemerintah,” kata Nicolas kepada wartawan, Rabu (4/9).

Baca Lainnya : Cegah Masyarakat jadi Korban Baja Tak Berkualitas, Pemerintah Diminta Perketat Standarisasi Baja Impor

Untuk itu Nicolas berharap pemerintah membuat sebuah kebijakan yang melindungi hutan di Kaltim sekaligus melindungi produsen baja lokal yang kini tengah terancam dengan masifnya impor baja yang disinyalir tidak memiliki SNI. 

Menanggapi hal itu, Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin juga mendukung pemikiran penggunaan material SNI untuk pembangunan di ibu kota baru.

"SNI dijadikan acuan. Salah satu ingin standardisasi. Semua SNI. Kami meminta standarisasi. Kualitas bangunan bagus. Supaya bagus, dari material harus sesuai standar," tukasnya kepada Trubus.id ditemui usai membuka workshop Pembinaan Rantai Pasok Material dan Peralatan Konstruksi di Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang digelar di Auditorium Kementerian PUPR, 3-4 September lalu. [RN].

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan:          

Italia Umumkan Kasus Kematian Kedua Akibat Covid19

Peristiwa   22 Feb 2020 - 18:36 WIB
Bagikan: