Penyu Langka Berbobot 100 Kg Tertangkap Nelayan di Perairan Sibolga

TrubusNews
Thomas Aquinus
06 Sep 2019   17:30 WIB

Komentar
Penyu Langka Berbobot 100 Kg Tertangkap Nelayan di Perairan Sibolga

Seekor penyu sisik dilepaskan di perairan Pantai Desa Tapian Nauli I, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut). (Foto : Trubus.id/Kontributor RP)

Trubus.id -- Seekor penyu sisik dengan nama latin Eretmochelys imbricata yang diperkirakan berbobot 100 Kilogram dilepaskan di perairan Pantai Desa Tapian Nauli I, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut).

Co Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab), Damai Mendrofa mengatakan, penyu tersebut sebelumnya terjaring oleh nelayan. Keberadaan penyu langka itu diketahui setelah adanya laporan dari sesorang sambil menunjukkan video dan foto dua nelayan yang membawa penyu.

"Mendapatkan informasi dari Tim Komandat bersama Polisi dan kemudian TNI Angkatan Laut melakukan penelusuran," kata Damai, Jumat (6/9).

Baca Lainnya : Mengapa Penyu Bekerja Bersama untuk Menggali Sarang Mereka, Ini Jawabannya

Terjaringnya penyu sisik berawal dari dua nelayan yang hendak menjaring ikan di perairan Pulau Poncan Gadang, Kota Sibolga, Minggu (1/9). Kemudian nelayan itu kembali ke tepi pantai. Mengetahui informasi tersebut, Komantab beserta Polisi dan TNI menemukan nelayan itu untuk mengambil penyu sisik.

"Kemudiam kita lepaskan kembali ke laut," ujarnya.

Sebelum mengetahui informasi tersebut, rencananya kedua nelayan yang mendapatkan penyu ingin menjualnya. Namun, karena petugas sudah datang dan mengetahui penyu itu dilindungi, akhirnya mereka menyerahkannya.

"Beruntung informasi itu diketahui anggota Komantab, kemudian berkoordinasi dengan pihak keamanan, lalu meminta nelayan itu untuk tidak menjualnya," sebut Damai.

Baca Lainnya : Jumlah Telur Penyu Tempayan Lampaui Rekor di Pantai Tenggara
  
Setelah diberi penjelasan, kedua nelayan yang sebelumnya tidak paham kemudian sadar dan memilih melepaskan hewan langka itu di Perairan Pantai Desa Tapian Nauli I, Kota Sibolga.  

Penyu diturunkan dari karung dengan diangkat 6 orang. Karung dan tali yang mengikat penyu diputus dan digiring menuju laut. Dengan cepat, penyu berenang dan kembali ke habitatnya.

Terkait peristiwa ini, Damai berharap pemerintah segera turun melakukan langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya wilayah pesisir kabupaten bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja, juga tanggung jawab Dinas Kelautan dan Perikanan (DPK) Sumut serta Balai Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut.

Pihaknya meminta, baik itu BBKSDA dan DKP Sumut, dibantu pemerintah setempat untuk tingkatkan langkah preventif, seperti sosialiasi atau pendampingan. 

Baca Lainnya : Puluhan Penyu Penjelajah Dunia, Mampir dan Bertelur di Raja Ampat

"Jangan kemudian tunggu ditangkap baru ditindak. Sementara sosilisasi jarang dilakukan, ini yang kita sesalkan," tegasnya.

Diungkapkan Damai, ketidaktahuan masyarakat ini membahayakan keberadaan hewan langka. Apalagi sudah masuk bulan bertelur hingga sampai ke awal tahun baru mendatang.

"Kita akan lebih sering menemukan pantai di Tapteng, lenyu naik ke darat. Kalau masyarakat tahunya nangkap dan dijual, habislah penyu ini," tandasnya. [RP/NN]

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: