Kawasan Maluku Utara Tercatat Sebagai Daerah dengan Kegempaan Teraktif. Mengapa Demikian?

TrubusNews
Hernawan Nugroho | Followers 0
05 Sep 2019   20:30

Komentar
Kawasan Maluku Utara Tercatat Sebagai Daerah dengan Kegempaan Teraktif. Mengapa Demikian?

Maluku Utara dikenal juga sebagai triple junction atau tempat tumbukan 3 lempeng kerak bumi (Foto : istimewa)

Trubus.id -- Indonesia berada dalam cincin api dan daerah tumbukan berbagai lempeng kerak bumi. Namun, geolog mencatat bahwa wilayah Maluku Utara adalah salah satu wilayah teraktif dalam hal kegempaan di Indonesia, terutama di wilayah Laut Maluku, dengan seismisitas cukup tinggi. Apakah penyebabnya? 

Menurut Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, yang diterbitkan Kementerian ESDM, itu karena struktur geologi sangat kompleks. Struktur tektonik di wilayah iitu sangat kompleks dan tiada duanya di dunia ini bahkan, dengan ke lengkapan strukturnya. 

Jika gempa di pulau Jawa sudah pasti ada di selatan Jawa. Semakin ke utara semakin dalam, karena ada interaksi dua lempeng tektonik dunia, lempeng eurasia dan indoaustralia, tetapi di Maluku Utara ada beberapa lempeng lagi yang mempengaruhi yaitu lempeng mikro halmahera, lempeng dunia eurasia, lempeng oceanic laut maluku, lempeng pasifik.

Baca Lainnya : Kamis Dini Hari, Gempa Bermagnitudo 5,0 Guncang Ternate

Lalu yang di dekat Maluku Utara ada lempeng mikro Sangihe, dan Lempeng Filipina. Jelas sangat kompleks dan di Maluku inilah pertemuan sirkum pasifik ( ring of fire) dan sirkum mediterania, dan 3 lempeng yang berinteraksi sekaligus atau biasa disebut triple junction. 

Kompleknya struktur vulkanik diwilayah Maluku Utara juga akan berdampak pada tingginya aktivitas Tektonik maupun vulkanik diwilayah ini. Di Maluku Utara tercatat terdapat beberapa Gunung berapi aktif sebagai implikasi aktivitas vulkanik akibat melelehnya lempeng tektonik yang masuk ke kerak bumi bagian atas.

Para Geologis biasa menyebutnya sebagai Punggungan Mayu/Mayau. Sebagian besar berjenis Trust Fault (Sesar Naik) yang diakibatkan adanya desakan dari Makro Pasific yang bergerak ke arah barat dan dan Lempeng makro Eurasia yang menahan dibagian sebelah barat lempeng Laut Maluku.

Sehingga terjadi pemekaran dasar samudra atau Sea Floor Spreading yang berubah dari semula saling menjauh menjadi saling menekan. Kemudian dibagian selatan terdapat adanya sesar/patahan Sula – Sorong dimana sesar ini memanjang dari Kepulauan Sula Hingga ke Papua Barat.

Akhir-akhir ini kita sering dikejutkan dengan adanya gempa dengan frekwensi yang tinggi, terutama diwilayah Halmahera barat, tercatat dalam September ini 70 kali gempa dirasakan disekitar Ternate, Tidore dan Halmahera Barat. Meski demikian diduga bahwa sebenarnya lebih banyak yang dirasakan oleh masyarakat daripada laporan BMKG hanya saja tidak dilaporkan oleh masyarakat. 

Lalu akan muncul pertanyaan, apakah gempa itu masih ada susulannya? Kapan berhentinya? Kenapa gempa trus ya? Ini dia penjelasannya!

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 05 Sep 2019 - 21:22

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: