Jakarta Kembali Rangking Pertama Udara Terkotor Dunia pada Kamis Pagi

TrubusNews
Binsar Marulitua
05 Sep 2019   12:19 WIB

Komentar
Jakarta Kembali Rangking Pertama Udara Terkotor Dunia pada Kamis Pagi

Hasil analisis AirVisual.com pada Kamis pagi, 5 September 2019.  (Foto : Air Visual.Com)

Trubus.id -- Jakarta kembali menempati peringkat pertama dalam kualitas udara tidak sehat seperti tercatat pada permodelan AirVisual.com pada Kamis pagi, 5 September 2019. 

Jakarta menempati posisi pertama sebagai kota yang memiliki kualitas udara kotor paling buruk di dunia dengan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara di angka 181 atau setara parameter PM2.5 dengan konsentrasi polutan 114.3 µg/m³.

Selanjutnya secara berturut posisi kedua kedua ditempati oleh kota Hanoi, Vietnam dengan indeks kualitas udara 168 dengan status udara tidak sehat setara dengan parameter PM 2.5 dengan konsentrasi polutan 88.2 µg/m³. Posisi ketiga diisi oleh Beijing, Cina,  dengan status tidak sehat setara AQI 153.

Baca Lainnya : BKSDA Jakarta Translokasi 60 Ekor Satwa Dilindungi Hasil Sitaan

Johannesburg di Afrika Selatan dan Kabul di Afghanistan secara berturut- turut menempati posisi keempat dan kelima untuk udara terburuk di dunia dengan status tidak sehat bagi kelompok sensitif yang memiliki AQI sebesar 114 dan 103.

AirVisual.com menyarankan bagi masyarakat yang akan melakukan pekerjaan di luar ruangan untuk menggunakan masker atau penutup wajah agar tidak terpapar secara langsung oleh kualitas udara buruk di ibu kota.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor dan tidak membuka ventilasi udara secara langsung.

Pemerintah DKI Jakarta telah merespons permasalahan polusi udara dengan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara di Ibu Kota.

Baca Lainnya : Ibu Kota Pindah, Jakarta Tetap Jadi Pusat Bisnis & Perdagangan

Instruksi tersebut selanjutnya diimplementasikan melalui kebijakan perluasan wilayah rekayasa lalu lintas ganjil-genap guna menekan populasi kendaraan sebagai salah satu pemicu polusi.

DKI juga melakukan uji emisi secara rutin hingga membatasi usia pakai kendaraan yang akan melintas di wilayah setempat.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: