Penyebab Kematian di Indonesia Paling Banyak Akibat Penyakit Tidak Menular

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
05 Sep 2019   12:30

Komentar
Penyebab Kematian di Indonesia Paling Banyak Akibat Penyakit Tidak Menular

Ilustrasi penyakit tidak menular. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, penyebab kematian terbanyak di Indonesia saat ini disebabkan oleh penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik seseorang yang berdampak pada mengalami penyakit tersebut.

Riskesdas 2018 menunjukkan proporsi penduduk Indonesia usia lebih dari 10 tahun yang kurang melakukan aktivitas fisik jumlahnya meningkat dari 26,1% pada 2013 menjadi 33,5% pada 2018.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kartini Rustandi mengatakan, perlunya aktivitas fisik untuk meningkatkan kebugaran jantung, paru, kekuatan dan daya tahan otot, serta menurunkan risiko Penyakit Tidak Menular.

''Jalan kaki salah satu aktivitas fisik yang murah dan mudah dilakukan. Semua kegiatan aktivitas fisik mudah dilakukan tanpa biaya mahal, yang penting mau. Kalau ingin hasilnya baik berdampak harus teratur,'' ujarnya, Rabu (4/8).

Dirinya menyampaikan, untuk menjaga kebugaran tubuh harus aktivitas fisik minimal 30 menit perhari. Bagi anak-anak, aktivitas fisik dilakukan minimal 60 menit perhari karena anak-anak perlu banyak bergerak untuk menstimulasi pertumbuhan fisiknya.

Baca Lainnya : Kemenkes Resmikan Desa Berdaya Sehat di Kubu Raya

Olahraga yang benar dilakukan secara bertahap dimulai dengan pemanasan termasuk peregangan selama 5-10 menit, dilanjutkan dengan latihan inti 20-60 menit, diakhiri dengan pendinginan 5-10 menit.

''Olahraga teratur dilakukan 3-5 kali seminggu selang sehari istirahat, dilakukan rutin di dalam atau di luar ruangan,'' ujarnya.

Sementara itu, dr. Zaini K Saragih dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga mengatakan, secara ilmiah ada empat jenis olahraga, yakni endurance, strength, balance, dan flexibility.

Endurance berfungsi meningkatkan detak jantung. Manfaatnya untuk menjaga jantung, sistem peredaran darah, dan meningkatkan kebugaran. Strength berfungsi untuk melatih otot, Balance membantu mencegah terjatuh saat beraktivitas, dan Flexibility untuk melenturkan otot-otot yang tegang.

''Keempat (endurance, strength, balance, flexibility) itu untuk mengukur kebugaran tubuh,'' kata dr. Zaini.

Baca Lainnya : Kemenkes Luncurkan Sistem Jitu Cegah Penularan Penyakit Berbasis Android

Hari Olahraga Nasional 2019 menjadi momen untuk mengajak masyarakat kembali melakukan aktivitas fisik. Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui surat edaran ke kementerian dan lembaga mengajak untuk ikut memeriahkan Hari Olahraga Nasional 2019 ini.

''Di Kemenkes pada tanggal 6 September akan melakukan berbagai kegiatan olahraga. Ada basket, bulu tangkis, lari, line dance , panahan, dan pengecekan kebugaran. Dalam rangka Haornas, kita mengingatkan kembali, mengajak kembali masyarakat ayo aktifitas fisik,'' ucap dr. Kartini. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: