Kementerian Pertanian Gunakan Drone untuk Tanam Padi di Lahan Rawa

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
04 Sep 2019   19:00

Komentar
Kementerian Pertanian Gunakan Drone untuk Tanam Padi di Lahan Rawa

Kementan gunakan drone untuk tebar benih padi di Desa Muara Padang, Kecamatan Muara Padang, Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (4/9/19). (Foto : Dok. Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Seiring perkembangan teknologi, Kemenerian Pertanian turut memanfaatkannya, salah satunya melakukan penanaman padi menggunakan drone. Drone digunakan untuk menebar benih padi sebagai upaya program Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) di lahan rawa seluas 3.591 hektare di Desa Muara Padang, Kecamatan Muara Padang, Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (4/9/19).

Dalam siaran resminya, Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Kementan, Andi Nur Alam Syah sekaligus Penanggung Jawab Program SERASI Sumatera Selatan menjelaskan penanaman padi seluas 3.591 hektar ini merupakan bagian dari total target penanaman padi 200.000 hektare seluruh Provinsi Sumatera Selatan hingga bulan Oktober 2019. Penanaman padi menggunakan drone ini merupakan upaya nyata percepatan tanam dan mendongkrak luas tanam di musim kemarau yang tengah berlangsung.

"Arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sumatera Selatan ini menjadi lumbung pangan nasional lewat optimalisasi lahan rawa, pastinya dengan Program SERASI. Tanam padi menggunakan drone ini dapat mempercepat tanan. Pengolahan lahan dan panennya menggunakan mekanisasi modern juga. Jadi pasti cepat kita bangun lumbung pangan," demikian dikatakan Andi Nur Alam di lokasi tanam padi.

Lebih lanjut Pria asal Pinrang Sulawesi Selatan ini membeberkan Drone penebar benih memiliki keunggulan yang mampu menebar benih untuk satu hektare lahan hanya butuh waktu 1 jam dengan kapasitas 50 sampai 60 kg per hektare. Namun jika dibandingkan dengan cara manual, memakan waktu cukup lama dan tenaga kerja yang banyak.

"Kalau tebar padi manual itu, per hektarenya butuh waktu 4 jam yang dikerjakan 1 orang. Jadi perbandinganya cukup jauh, bahkan biaya lebih efisien," bebernya.

Andi Nur Alam menambahkan Drone penebar benih ini juga mampu bekerja mandiri sesuai pola atau alur yang sudah dibuat pada perangkat android dan dipandu oleh GPS. Drone ini mampu melakukan resume operation, sehingga operation yang tertunda dapat dilanjutkan kembali sehingga tidak terjadi overlap dalam penanaman dan dilakukan secara otomatis.

"Ketahanan batere mampu operasi selama 20 menit dengan kapasitas angkut maksimal 6 kilogram benih padi," ungkapnya.

"Dengan demikian, adanya percepatan tanam ini membuat optimal kerja alat mesin pertanian seperti traktor dan escavator. Awalnya hanya bekerja 8 jam per hari menjadi 16 jam per hari. Yang lebih penting lagi semangat petani semakin berkobar bekerja," sambungnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikuktura Provinsi Sumatera Selatan, Ilfantria menegaskan dengan adanya kegiatan Program SERASI Kementan, petani semakin semangat dan optimis meningkatkan produksi dan pendapatan. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Sumatera dalam mengurangi angka kemiskinan.

"Adanya Program SERASI, selain bantuan alat mesin pertanian modern, juga dibangun tanggul, saluran tersier, saluran konektivitas, pompa dan pintu air. Apalagi setelah kedatangan Pak Menteri Pertanian minggu lalu, benar-benar membakar semangat petani untuk bekerja lebih giat," tegasnya.

Infantria menambahkan adanya Program SERASI otomatis meningkatkan luas tanam dan indeks pertanaman. Total luas lahan sawah Provinsi Selatan mencapai 739.395 hektare, sebagianya hanya bisa ditanam satu kali setahun, namun kini menjadi 2 sampai 3 kali setahun.

"Selain itu, keberhasilan Program SERASI di Sumatera Selatan ini telah membangun sinergitas antara dinas pertanian, penyuluh, usaha pelayanan jasa alat mesin pertanian (UPJA, red) atau brigade dan TNI. Sinergitas ini sangat penting sebagai modal membangun korporasi di sektor pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani," terangnya.

"Karena itu, tahun 2020 nanti kami harapkan bisa dituntaskan lagi sisa lahan rawa yang belum digarap. Target diberikan Menteri Pertanian tambah 200.000 hektare tahun depan itu. Kami optimis bisa capai," pinta Ifantria.

Masih di tempat yang sama, Zaenuddin Arifin, petani sekaligus Koordinator Lapangan UPJA Kecamatan Air Salek, Banyuasin mengaku benar-benar merasakan manfaat akan adanya Program SERASI Kementan. Dari kehadiran drone tebar benih saja, dapat menghemat tenaga kerja, biaya dan waktu.

"Kami mendapatkan bantuan traktor roda 4 juga sebanyak 14 unit. Penanaman padi menjadi cepat dan biaya yang dikeluarkan hemat. Kemudian tanam pakai drone ini menghemat biaya dan waktu juga," ungkapnya.

"Penanaman satu hektare itu kalau manual butuh waktu 4 jam, dikerjakan satu orang dan tebar benihnya kurang merata, setelah tumbuh juga harus disulam 15 sampai 20 hari. Tapi pakai drone cukup satu jam saja," ungkap Zaenudin.

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Monica Chandra 04 Sep 2019 - 20:59

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: