PVMBG: Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Masih Berupa Letusan Freatik

TrubusNews
Syahroni
04 Sep 2019   17:00 WIB

Komentar
PVMBG: Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Masih Berupa Letusan Freatik

Gunung Tangkuban Parahu mengalami erupsi freatik, Rabu (4/9) pagi. (Foto : Doc/ BBC)

Trubus.id -- Rabu (4/9) pagi, Gunung Tangkuban Parahu di Jawa Barat kembali erupsi dan meluncurkan kolom abu setinggi 100 meter dari dasar kawah. Menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan dan barat daya. 

Disebutkan, erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi sekita 58 detik. 

"Selanjutnya erupsi menerus," tulis PVMBG dalam siaran persnya, Rabu (4/9). 

Baca Lainnya : Enam Kali Erupsi, Status Tangkuban Parahu Meningkat Waspada

Saat ini, status Tangkuban Parahu masih di Level II (Waspada). Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung/wisatawan/pendaki diimbau tidak mendekati kawah dalam radius 1,5 km dari kawah aktif. 

Selain itu, PVMBG juga merekomendasikan kawasan Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu untuk sementara ditutup sampai jarak aman.

Kepala PVMBG, Kasbani mengatakan, erupsi Gunung Parahu pagi tadi masih berupa erupsi freatik dan belum mencapai erupsi magmatik yang mengeluarkan magma atau awan panas.

"Masih erupsi freatik dengan disertai abu, belum erupsi magmatik," jelas Kasbani dilansir dari CNNIndonesia.com.

Baca Lainnya : Erupsi Tangkuban Parahu dalam Linimasa

Menurut Kasbani ada tiga indikasi yang bisa dijadikan landasan untuk menentukan erupsi gunung berapi itu telah berubah menjadi letusan magmatik. Tiga tanda itu dicatat dari sisi kegempaan, deformasi atau perubahan permukaan tubuh gunung api, dan ada material yang dikeluarkan dari kawah. 

"(Tanda-tandanya) berupa magma yang keluar permukaan atau lava. Ada batuan baru yang keluar dari dalam [...] harus batuan yang dari magma yang keluar, itu batu (erupsi) magmatik," lanjutnya. 

Namun, Kasbani menyatakan sejak tahun 1829 hingga saat ini Gunung Tangkuban Parahu belum pernah mengalami erupsi magmatik. 

"Kalau jaman prasejarah mungkin ada, tapi belum terekam. Tapi dari (catatan sejak) zaman Belanda (1829) ini sampai sekarang belum," tandasnya. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: