Dalam Enam Jam, Gunung Merapi Muntahkan 7 Kali Guguran Lava

TrubusNews
Binsar Marulitua
04 Sep 2019   14:20 WIB

Komentar
Dalam Enam Jam, Gunung Merapi Muntahkan 7 Kali Guguran Lava

Gunung Merapi (Foto : BPPTKG)

Trubus.id -- Tujuh kali guguran lava terpantau meluncur dari Gunung Merapi, pada periode pengamatan 4 September 2019 pukul 06:00-12:00 WIB. Jarak luncur terjauh mencapai 
750 meter ke hulu Kali Gendol, Cangkringan, Sleman. 

"Terpantau dari CCTV 7 kali guguran lava dengan jarak luncur 300-700 meter ke hulu Kali Gendol," jelas petugas pemantau Gunung Merapi, Triyono, Rabu (4/9/2019).

Triyono menjelaskan selain meluncurkan guguran lava, gunung itu juga mengalami 9 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-25 mm selama 30.24 detik -74.92 detik. Selain itu gempa dengan low frekuensi juga terekam satu kali  dengan amplitudo 4 mm selama 6.92 detik. 

Selanjutnya gempa vulkanik dangkal sebanyak satu kali dengan amplitudo 80 mm sebanyak 20.96 detik. 

Baca Lainnya : Gunung Merapi Kembali Luncurkan Guguran Lava Tiga Kali

Hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah tidak teramati. Angin di gunung itu bertiup lemah hingga ke arah barat dan barat laut.  Suhu udara berkisar 22-28.8 °C, kelembaban udara 18-77 %, dan tekanan udara 659.2-710.6 mmHg. 

"Hingga saat ini Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada," katanya.

Menurut Triyono, untuk sementara BPPTKG tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana. BPPTKG, kata dia, juga mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Baca Lainnya : Pohon Sisa Erupsi Permudah Kebakaran, Bara di Gunung Merapi Dipastikan Padam

Tekait semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: