KKP Ajak Akademisi Wujudkan "Blue Economy"

TrubusNews
Binsar Marulitua
03 Sep 2019   21:30 WIB

Komentar
KKP Ajak Akademisi Wujudkan "Blue Economy"

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP, Sjarief Widjaja  mengemukakan pandangan saat memnjadi pembicara SIDI International Conference 2019 Sustainability of Small Island's Environment di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Selasa (2/9/2019). (Foto : KKP)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah mengembangkan Blue Economy untuk semua desa, berbasis komoditas. Tak hanya single komoditas, tapi juga multi komoditas, sekaligus untuk tourism dan produk lainnya.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP, Sjarief Widjaja  mengatakan, karakter blue economy adalah meningkatkan efisiensi natural resources (sumber daya alam), meningkatkan nilai tambah dan diversifikasi produk dengan prinsip zero waste, dan meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. 

"Konsep inilah yg harus kita bangun di Indonesia," jelas Sjarief saat menjadi saat pembicara pada acara SIDI International Conference 2019 Sustainability of Small Island's Environment di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Selasa (2/9/2019).

Baca Lainnya : Diburu Pasar Asia Timur, KKP Intensif Data Benih Ikan Sidat

Menurut Sjarief hal tersebut dapat diwujudkan dengan pendekatan strategi berupa integrasi sistem produksi di seluruh bisnis inti (bisnis utama), konektivitas bisnis (rantai nilai dan rantai pasokan), dan infrastruktur yang saling terintegrasi.

Di akhir kesempatan, Sjarief mengungkapkan bahwa kesuksesan  mengembangkan produk dalam kerangka blue economy dengan menekan limbah menjadi nol dalam proses produksi perikanan atau zero waste dan menjadikan bagian ikan atau by-products menjadi produk yang bernilai ekonomi. 

Prinsip inovasi dalam proses produksi perikanan juga sangat menentukan dalam menciptakan daya saing produk.

"Contohnya seperti rumput laut. Rumput laut berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk turunan misalnya hidrokoloid, biofuel, fertilizer, fiber, pakan hewan, hingga kosmetik. Untuk itu, saya mengundang seluruh perguruan tinggi untuk dapat mengambil peranan dalam mewujudkan blue economy Indonesia seperti halnya yang dilakukan ITS," terang Sjarief.

Sebagai informasi, acara ini dibuka oleh Rektor ITS, Mochamad Ashari didampingi Ketua Komite ITS, Eko Budi Djatmiko. Turut hadir sebagai pembicara, Laksamana TNI, Marsetio; Norbert Gruenwald, Wismar University of Applied Sciences, Germany; dan Raoul Bunschoten, Technische Universitaet Berlin, Germany.

Baca Lainnya : Perangi IUU Fishing, KKP Pamer Stok Ikan Indonesia Meningkat di Canberra

Dalam kesempatan tersebut, BRSDM turut berpartisipasi menampilkan hasil riset, pendidikan, pelatihan, serta penyuluhan, dalam Pameran SIDI International Conference 2019 Sustainability of Small Island's Environment, pada 2-3 September 2019. 

Beberapa inovasi yang ditampilkan di antaranya Mietimi (mie tinta cumi dari olahan hasil samping cumi); Seabar (olahan snackbar dari tepung duri ikan bandeng dan rumput laut); Suppromag (makanan ikan hias dan ikan konsumsi dari ulat maggot yang di koloni dan di proses menjadi pelet ikan); Sea Fresh Body Care (produk non konsumsi berbahan dasar rumput); dan IDSL (Operational Tsunami Warning System for Indonesia).
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jokowi Perintahkan Perkuat Ekonomi Desa di Tengah Pandemi

Peristiwa   25 Sep 2020 - 09:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: