Ahli konservasi Biologi Universitas Oxford Sebut Kebakaran Hutan Amazon Bisa Picu Kepunahan Satwa dan Tumbuhan

TrubusNews
Astri Sofyanti
03 Sep 2019   11:00 WIB

Komentar
Ahli konservasi Biologi Universitas Oxford Sebut Kebakaran Hutan Amazon Bisa Picu Kepunahan Satwa dan Tumbuhan

Asap kebakaran hutan amazon di Altamira, negara bagian Para Brasil (Foto : AFP)

Trubus.id -- Diperkirakan ada tiga juta spesies tumbuhan dan hewan diseluruh penjuru dunia. tapi dipercaya sebanyak 10 persen diantaranya hidup di hutan Amazon. Sementara belum lama ini hutan Amazon mengalami kebakaran hebat dan menjadi yang terburuk sejak tahun 2010.

Bahkan data satelit badan ruang angkasa Brasil, INPE mencatat 85.000 titik api pada tahun ini atau dengan kata lain terjadi peningkatan kebakaran 84 persen dari periode yang sama pada 2018.

Padahal menurut NOAA (layanan informasi satelit atmosfer dan kelautan AS) hutan hujan tropis Amazon termasuk wilayah yang tahan kebakaran. Sebab, hutan itu punya kelembaban yang menjaganya dari kekeringan dan kebakaran hutan.

Lantas bagaimana nasib hewan-hewan yang tingga di hutan Amazon?

Baca Lainnya : 2.000 Titip Api Baru Terpantau di Amazon, 48 Jam Usai Larangan Bakar Lahan Dikeluarkan

Insiden kebakaran hutan Amazon dipercaya membuat sejumlah hewan bisa menyelamatkan diri, seperti jaguar dan mamalia berukuran besar mungkin bisa melarikan diri. Profesor bidang konservasi biologi di Universitas Oxford, Dr. Claudio Sillero, mengungkapkan kepada BBC, bahwa dirinya merasa khawatir terhadap hewan-hewan yang berukuran kecil yang mungkin tidak bisa menyelamatkan diri dari kebakaran tersebut. Pasalnya ada banyak mamalia kecil dan lambat di Amazon seperti kungkang.

"Kita perlu khawatir terhadap amfibi, reptil, dan hewan tak bertulang belakang. Mereka hidup di habitat mikro, dan jika habitat ini terbakar, mereka akan musnah seketika," ungkapnya kepada BBC.

Selain itu, telur-telur mereka butuh kondisi lembab. “Jika terjadi kebakaran telur-telur ini akan hangus,” ujarnya lagi.

Sillero mengkhawatirkan bahwa kebakaran ini bisa menyebabkan kepunahan. Ia juga menyebut bahwa hewan-hewan ini cenderung panik ketika melihat api. “Ini menyebabkan kemungkinan lebih besar untuk mati di tempat," ujar Sillero.

Baca Lainnya : Penegakkan Hukum Lingkungan di Amazon Ditingkatkan, Penambang Ilegal Digerebek

Burung juga punya risiko sejenis. Mereka mungkin bisa terbang dan mencari tempat aman, dan itu berarti meninggalkan telur dan anak-anak mereka.

Paul Rosolie, penulis dan konservasionis Amerika Serikat (AS) menyaksikan sendiri. Pekan lalu, dia mengunggah video di Twitter yang diambil dari api di Amazon ketika bekerja di sana pada Juli.

"Yang mengerikan, dan ini tak disadari orang-orang, hewan-hewan ini terbakar hidup-hidup," katanya, kepada BBC.

"Bayi burung di sarang, ular, kodok dan monyet mungkin lari menghindar, tapi hutan ini adalah tempat satu-satunya bagi mereka hidup."

Kabur dari api adalah langkah pertama, dan Dr. Alex Lees dari Manchester Metropolitan University mengatakan bahwa kesempatan hewan-hewan ini untuk selamat tetap kecil.

Baca Lainnya : Kelompok Industri Klaim, Penanaman Kedelai Brasil di Titik Api Amazon Sangat Minim

"Segera sesudah api menyala," katanya, "ketika wilayah itu terbakar, tak ada harapan bagi banyak spesies."

"Di kebanyakan wilayah, pendukung kehidupan mereka sudah lengkap, maka mereka perlu menggantikan individu yang mati dengan individu lain dari spesies yang sama di wilayah itu," katanya.

"Ini yang menjadi masalah utama. Mereka tak bisa begitu saja ke daerah lain karena di sana sudah penuh, dan mereka harus menunggu sampai teritori baru terbuka untuk mereka. Sementara itu mereka tak bisa menggunakan wilayah yang lama yang sudah terbakar."

Ketika api menghanguskan hutan tropis seperti Amazon, banyak pohon terbakar maka akan ada lubang di kanopi hutan.

Artinya, lingkungan di bawah yang biasanya gelap dan lembab akan terpapar sinar matahari dan akan cepat kering. Lalu spesies baru yang biasanya hidup di daerah kering akan hidup di situ.

Baca Lainnya : Terungkap, Peneliti Sebut Deforestasi Jadi Penyebab Utama Kebakaran Hutan Amazon

Ini membawa akibat buruk bagi hewan yang mengandalkan lingkungan hutan yang lembab dan basah. Lees, yang punya spesialisasi konservasi burung, memberi contoh burung pemakan serangga yang butuh lapisan tanah yang lembab dan lembut agar bisa diam-diam berburu makanannya.

Permukaan tanah berdaun kering akan sangat menyulitkan mereka.

Selain matinya burung, serangga, dan mamalia secara langsung, perubahan habitat juga akan berdampak pada hewan air seperti lumba-lumba Sungai Amazon atau ikan yang hidup di kawasan hutan tropis ini.

Lumba-Lumba Sungai Amazon (Foto: Getty Images)

Hewan-hewan ini bisa terhindar dari api dengan menyelam, tapi menurut Dr. Mark Bowler, ahli ekologi dari University of Suffolk, sungai dan danau tempat hidup mereka akan berubah.

"Populasi ikan dan ekologi sungai akan berubah, dan ini akan mempengaruhi hewan-hewan besar," ujarnya.

Banyak manusia yang hidupnya tergantung pada hutan tropis akan kehilangan penghidupan mereka akibat kebakaran. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan: