BMKG Deteksi 358 Titik Panas di Sumatera, Riau Paling Mendominasi

TrubusNews
Astri Sofyanti
02 Sep 2019   12:00 WIB

Komentar
BMKG Deteksi 358 Titik Panas di Sumatera, Riau Paling Mendominasi

Karhutla Riau (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru berdasarkan data Satelit Terra Aqua Senin (2/9) pukul 06.00 WIB, mendeteksi 385 titik panas di Pulau Sumatera. Titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera di dominasi di Riau dengan 150 titik panas (hotspot), sementara di urutan ke dua ada Jambi dengan 103 titik panas dan Sumatera Selatan 67 titik panas.

Selain itu, titik panas juga terdeteksi di wilayah Lampung 12 titik, Bangka Belitung 2 titik panas, serta masing-masing satu titik di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau.

Di Riau, titik panas paling banyak ada di daerah pesisir seperti Kabupaten Rokan Hilir (49), Bengkalis (25), dan Kepulauan Meranti (16). Titik panas juga terdeteksi di Indragiri Hilir (tiga), Kabupaten Pelalawan (30), Indragiri Hulu (13), Kampar (dua), serta masing-masing satu di Kuansing dan Siak.

Baca Lainnya : Karhutla Bencana Paling Dominan Sepanjang Agustus 2019

Dari 150 titik panas yang terdeteksi di wilayah Riau, 107 di antaranya merupakan titik api dengan sebaran meliputi wilayah Rokan Hilir (37), Pelalawan (23), Bengkalis (21), Meranti (13), Indragiri Hulu (sembilan), Indragiri Hilir (tiga), dan Kuansing (satu).

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kebakaran hutan dan lahan merupakan kejadian bencana paling dominan sepanjang Agustus 2019. Insiden ini dipicu cuaca kering yang masih akan berlangsung hingga Oktober nanti.

“Jumlah titik panas Riau kembali meningkat sejak 1 September, ketika satelit mendeteksi 179 titik panas di wilayah provinsi itu,” jelas Wakil Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla Riau Edwar Sanger, mengutip Antaranews, Senin (2/9).

Baca Lainnya : 27 Lahan Konsesi Disegel Terkait Karhutla, 3 Korporasi Masuk Penyidikan

Dirinya menambahkan, pada Minggu (1/9/19), kabut asap kembali meliputi wilayah Riau seperti Pekanbaru, Dumai, Rokan Hilir, Siak, dan Bengkalis dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dalam kategori sedang hingga berbahaya.

Sementara itu, berdasarkan data SiPongi Karhutla Monitoring Sistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau sejak Januari 2019 mencakup area seluas 30 ribu hektare. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Warga Mekarsari Antusias Dalam Memanfaatkan Wastafel Portabel

Peristiwa   01 April 2020 - 21:29 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: