Gunung Merapi Kembali Luncurkan Guguran Lava Tiga Kali

TrubusNews
Binsar Marulitua
02 Sep 2019   11:30 WIB

Komentar
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Guguran Lava Tiga Kali

Ilustrasi guguran lava Gunung Merapi di Perbatasan DIY dan Jawa Tengah (Foto : BPPTKG)

Trubus.id -- Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan tiga  kali guguran lava ke arah hulu Kali Gendol, Cangkringan Sleman pada Senin (2/9/2019). Dari pengamatan CCTV pada periode pengamatan 00.00 WIB-06.00 WIB, jarak luncur guguran lava tersebut mencapai 750 meter. 

"Terpantau dari CCTV 3 kali guguran lava dengan jarak luncur 250-700 meter ke hulu kali gendol," jelas petugas pemantau Gunung Merapi, Triyono, Senin (2/9/2019).

Selain meluncurkan guguran lava, gunung itu juga mengalami 4 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-8 mm selama 29.44-95.23 detik, tiga kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-3 mm selama 12.88-17.28 detik, dan satu kali gempa hybrid dengan amplitudo 20 mm selama 9.48 detik.

Baca Lainnya : Pertama Kali, Jokowi Akan Serahkan SK TORA dari Kawasan Hutan di Kalimantan

Hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah tidak teramati. Angin di gunung itu bertiup lemah hingga sedang ke arah timur, tenggara, dan barat. Suhu udara 12,5-17,2 derajat celsius, kelembaban udara 46-75 persen dan tekanan udara576.7 - 709,5 mmHg.

"Hingga saat ini Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada," katanya.

Menurut Triyono, untuk sementara BPPTKG tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana. BPPTKG, kata dia, juga mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Baca Lainnya : Jokowi Serahkan 5.000 Sertifikat Hak Atas Tanah bagi Warga Magelang

Tekait semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG. 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: