Presiden Brasil Keluarkan Larangan Penggunaan Api untuk Membersihkan Lahan Pertanian

TrubusNews
Syahroni
01 Sep 2019   17:00 WIB

Komentar
Presiden Brasil Keluarkan Larangan Penggunaan Api untuk Membersihkan Lahan Pertanian

Presiden Brasil Jair Bolsonaro melarang penggunaan api untuk membersihkan lahan di seluruh Brasil (Foto : Doc/ CNN.)

Trubus.id -- Presiden Brasil, Jair Bolsonaro telah mengeluarkan larangan penggunaan api untuk membersihkan lahan di seluruh negara selama 60 hari, sebagai tanggapan atas peningkatan besar-besaran kebakaran di hutan hujan Amazon yang telah menyebabkan kemarahan internasional. Menurut keputusan resmi, yang dirilis pada Kamis pagi, larangan itu dimulai pada hari Rabu mendatang yang bertepatan dengan hari penandatanganan.

Praktek pembakaran lahan di daerah pedesaan adalah hal yang biasa di kalangan petani, yang sering menggunakan api untuk membersihkan lahan untuk tanaman atau ternak baru. Bolsonaro telah berulang kali bersikeras bahwa Amazon harus dibuka untuk pengembangan dan telah menggunduli badan-badan yang bertanggung jawab untuk menindak kegiatan ilegal.

Baca Lainnya : Penegakkan Hukum Lingkungan di Amazon Ditingkatkan, Penambang Ilegal Digerebek

Para ahli mengatakan kebijakan pro-pembangunan dan regulasi lemahnya telah menyebabkan peternak dan petani membakar hutan hujan untuk keperluan budidaya dan pertanian.

Larangan itu muncul setelah para ilmuwan memperingatkan bahwa kebakaran yang berkecamuk pada tingkat rekor di hutan hujan Amazon Brasil, dapat memberikan pukulan yang menghancurkan bagi perang melawan perubahan iklim.

Amazon, yang meliputi delapan negara dan mencakup 40% dari Amerika Selatan, sering disebut sebagai "paru-paru planet" karena perkiraan menunjukkan bahwa hampir 20% oksigen yang dihasilkan oleh tanah Bumi berasal dari hutan hujan. Amazon juga menempatkan sejumlah besar air ke atmosfer pada saat kota-kota mengering.

Meskipun para ahli lingkungan menunjuk Bolsonaro, presiden pro-bisnis populis Brasil yang didukung oleh apa yang disebut kaukus daging sapi Brasil, ia telah menolak tuduhan tanggung jawab atas kebakaran dan menyatakan pekan lalu bahwa ia akan mengirim 43.000 tentara untuk memerangi kebakaran hutan.

Baca Lainnya : Kelompok Industri Klaim, Penanaman Kedelai Brasil di Titik Api Amazon Sangat Minim

Dia juga mengumumkan pada hari Rabu bahwa para pemimpin Amerika Selatan akan bertemu pada 6 September di Kolombia untuk membahas kebijakan seputar situasi di Amazon, menurut kantor berita negara Brasil Agencia Brasil. Menurut kantor berita Agence France-Presse, Kamis, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres mendesak dunia untuk berbuat lebih banyak untuk mengatasi kebakaran Amazon.

"Kami sangat mengimbau mobilisasi sumber daya dan kami telah melakukan kontak dengan negara-negara untuk melihat apakah, selama sesi tingkat tinggi Majelis Umum, mungkin ada pertemuan yang ditujukan untuk mobilisasi dukungan ke Amazon," Guterres kepada wartawan dari konferensi pembangunan Afrika di Jepang, menurut AFP.

"Sampai sekarang, kita belum melakukan cukup, kita perlu melakukan semua bersama lebih banyak daripada yang kita lakukan di masa lalu, dan menyebut situasi sangat seriu," Guterres menekankan. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: