Kelompok Industri Klaim, Penanaman Kedelai Brasil di Titik Api Amazon Sangat Minim

TrubusNews
Syahroni
01 Sep 2019   14:00 WIB

Komentar
Kelompok Industri Klaim, Penanaman Kedelai Brasil di Titik Api Amazon Sangat Minim

Penanaman ladang kedelai kerap dituding sebagai penyebab deforestasi hutan hujan Amazon. (Foto : IFL Science)

Trubus.id -- Penanaman kedelai di sepuluh kota yang melaporkan kebakaran paling banyak di wilayah Amazon hingga bulan lalu sangat rendah sehingga tidak mengganggu material untuk produksi kedelai Brasil secara keseluruhan, menurut kelompok penghancur biji minyak nasional, Abiove dilansir dari Reuters.

Sepuluh kota yang paling terkena dampak kebakaran hutan antara Januari dan Juli tahun ini mencatat penanaman kedelai hanya di 30.000 hektar di musim 2018/2019, menurut data yang dikumpulkan oleh Abiove dari berbagai sumber pemerintah.

Namun, lebih dari setengah penanaman berada di kotamadya Novo Progresso di negara bagian Pará di Amazon. Kota itu adalah pusat dari apa yang disebut 'Hari Api' awal bulan ini yang diduga menyerukan orang untuk membakar lahan untuk pertanian dan penggembalaan ternak - klaim yang masih diselidiki oleh jaksa penuntut.

Baca Lainnya : PBB: Kebakaran Amazon Tunjukan Bahwa Dunia Tengah Hadapi Krisis Lingkungan Serius

Data menunjukkan sekitar 17.000 hektar ditanami kedelai tahun ini di sekitar Novo Progresso.

Abiove mengatakan bahwa informasi tersebut bersumber dari badan pemerintah Lembaga Penelitian Luar Angkasa Nasional (INPE) dan Institut Geografi dan Statistik Brasil (IBGE), serta organisasi non-pemerintah Amazon Environmental Research Institute (IPAM).

Bernardo Pires, manajer keberlanjutan Abiove, mengatakan kepada Reuters bahwa mereka mengumpulkan data untuk membantah klaim bahwa kedelai berkontribusi terhadap kerusakan hutan.

“Kami khawatir dengan klaim ini dan bertanya-tanya: apakah itu terkait dengan kedelai ?,” kata Pires.

Dia menyimpulkan dari data bahwa kedelai tidak berkontribusi terhadap deforestasi.

Perusahaan dagang besar yang beroperasi di Brasil sudah mengamati apa yang disebut 'Kedelai Moratorium' yang setelah 2008 melarang pembelian dan pembiayaan tanaman yang ditanam di daerah gundul bioma Amazon. Moratorium tidak berlaku untuk area kedelai yang terdeforestasi sebelum tahun itu.

Baca Lainnya : Ini Mengapa Kebakaran Amazon Dapat Memicu Krisis bagi Brasil dan Dunia

Pires mengatakan produsen tertentu mungkin mengabaikan moratorium dan menjual kedelai kepada pedagang yang bukan anggota kelompok industri seperti Abiove dan asosiasi pengekspor sereal Anec, yang merupakan 85% dari pembelian kedelai Brasil.

Mengenai kebakaran di Novo Progresso, Pires mengatakan mereka mungkin merupakan hasil dari 'spekulasi real estat' dan tindakan 'penebang liar'.

Sepuluh tahun yang lalu, penanaman kedelai di Amazon adalah 1,2 juta hektar dibandingkan dengan 4,8 juta hektar sekarang, katanya. Tetapi hanya 2% dari area tambahan, atau 65.000 hektar, yang ditanam di lahan gundul setelah batas moratorium 2008.

Studi Abiove adalah tanggapan terhadap kekhawatiran bahwa Brasil, pengekspor kedelai global terbesar di dunia, dapat menghadapi embargo perdagangan di tengah kebakaran baru-baru ini di kawasan Amazon dan protes global terhadap tanggapan pemerintah terhadap krisis lingkungan. Total area kedelai yang ditanam Brasil adalah 36 juta hektar. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: