Lapisan Oksida Graphene pada Pakaian, Solusi Baru Hindari Gigitan Nyamuk

TrubusNews
Syahroni
31 Agu 2019   14:00 WIB

Komentar
Lapisan Oksida Graphene pada Pakaian, Solusi Baru Hindari Gigitan Nyamuk

Ilustrasi. (Foto : Phys)

Trubus.id -- Berakhirnya bulan-bulan musim panas yang hangat juga berarti perang melawan gigitan nyamuk akan segera berakhir. Mereka bukan hanya gangguan gatal, namun, nyamuk dapat menyebarkan penyakit dan virus berbahaya. Untungnya, para peneliti di Brown University mungkin telah menemukan solusi untuk mengatasi gigitan nyamuk yang sempurna: pakaian yang dilapisi dengan graphene.

Jika Trubus Mania tidak terbiasa dengan graphene, itu adalah material ajaib yang dibuat dari satu lapisan atom karbon yang disusun dalam kisi heksagonal dua dimensi. Ini ringan tetapi 100 kali lebih kuat dari baja, dan telah digunakan dalam segala hal mulai dari patch pemantauan gula darah yang dapat dipakai, ban sepeda dengan cengkeraman yang mudah beradaptasi, dan bahkan ilusi optik yang mencairkan pikiran.

Baca Lainnya : Karena Gigitan Nyamuk, Bocah 7 Tahun Sakit Parah Hingga Lupa Ingatan

Namun dalam sebuah makalah yang diterbitkan kemarin di Prosiding National Academy of Sciences Amerika Serikat, para peneliti di Brown University di Providence, Rhode Island, merinci bagaimana kain berjajar graphene oxide yang telah mereka kembangkan untuk berfungsi sebagai penghalang terhadap bahan kimia beracun juga melindungi pemakai dari serangan nyamuk dengan dua cara berbeda.

Sebagai permulaan, ditemukan bahwa nyamuk tidak dapat menghasilkan kekuatan yang cukup untuk moncongnya - yang merupakan pelengkap yang mereka gunakan untuk menusuk kulit dan menarik darah - untuk benar-benar menembus lapisan tipis oksida graphene. Itu bertindak sebagai semacam medan kekuatan yang tidak bisa ditembus untuk serangan nyamuk, tapi benar-benar bekerja di kedua arah. 

Nyamuk dapat menangkap sinyal kimia yang keluar dari kulit Anda, mengingatkan mereka untuk makan di dekatnya. Tetapi ketika subjek uji mengenakan lapisan tipis kain yang dilindungi dengan lapisan ekstra oksida graphene, tidak hanya nyamuk tak bisa menggigit, mereka bahkan tidak mendarat di bidang kulit yang terbuka. Jadi secara teori, tak hanya tidak perlu khawatir tentang gigitan, sambil mengenakan setelan oksida graphene kamu bahkan tidak perlu khawatir tentang nyamuk yang berdengung di kepala.

Namun, khawatirlah tentang hujan. Bahan oksida graphene yang digunakan dalam penelitian ini adalah pencegah nyamuk yang efektif hanya ketika benar-benar kering. Ketika basah, sifat medan kekuatannya semua berkurang. Untuk menyiasati hal ini, para peneliti menemukan bahwa bentuk lain dari oksida graphene dengan kandungan oksigen yang berkurang efektif melawan nyamuk ketika basah atau kering, tetapi mengubah bahan-bahan juga berarti bahan tersebut tak lagi bisa bernapas. Dengan kata lain, kita akan aman terhadap nyamuk, tetapi juga merasa seperti mengenakan sauna.

Baca Lainnya : Waspada, Nyamuk Pembawa Virus Otak Mematikan Ditemukan di Florida

Meskipun ini adalah berita besar bagi mereka yang ingin menghindari nyamuk tapi tidak dengan cara yang berbahaya, ini adalah berita yang jauh lebih besar dari perspektif kesehatan global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa "jutaan kematian setiap tahun" disebabkan oleh nyamuk yang menyebarkan berbagai penyakit kepada manusia.

Langkah selanjutnya untuk tim peneliti adalah menemukan cara untuk menstabilkan lapisan pelindung oksida graphene biasa sehingga tahan terhadap semua kondisi — basah atau kering — sementara nyaman dipakai. Jika mereka bisa melakukan itu, mereka mungkin telah menciptakan holy grail untuk pakaian berkemah.

Menarik, ya.  

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Tiga Desa di Kota Batu Terdampak Angin Kencang

Peristiwa   17 Nov 2019 - 17:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: