Pelihara Binturong, Warga Medan Terancam 5 Tahun Penjara

TrubusNews
Reza Perdana | Followers 2
31 Agu 2019   12:00

Komentar
Pelihara Binturong, Warga Medan Terancam 5 Tahun Penjara

Gelar perkara kasus perdagangan satwa binturong di Mapolda Sumut. (Foto : Trubus.id/ Reza Perdana)

Trubus.id -- Jajaran Polda Sumut bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) terus melakukan penyelidikan terkait penangkapan 3 individu Binturong (Arctictis binturong) dari seorang warga di Medan.

Kanit 3 subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut, Kompol Wira prayatna mengatakan, warga yang diamankan berinisial AA, beralamat di Jalan HM. Joni, Gang Aman I, Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan. Kasus terungkap pada Kamis (22/8).

"Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang mengatakan ada seorang warga memelihara satwa dilindungi di kawasan Teladan Barat," kata Wira, Jumat (30/8).

Dari informasi tersebut petugas bersama tim BBKSDA Sumut langsung ke lokasi dan menemukan 3 individu Binturong dari warga yang berinisial AA. Pemelihara dan barang bukti 3 Binturong tersebut kemudian diamankan petugas.

"Dari hasil pemeriksaan terhadap AA, dirinya telah memelihara satwa dilindungi tersebut selama 5 tahun. AA mengaku dikasih seseorang dari Aceh," ucap Wira.

Kemudian petugas terus melakukan penyelidikan. Ternyata yang bersangkutan juga ada tergabung dalam grup jual beli satwa di media sosial Facebook. Di media sosial, yang bersangkutan menjual musang.

"Dari situ kita melakukan penyelidikan, ternyata dia memiliki Binturong. Dia juga tergabung dalam akun Facebook jual beli satwa. Binturong dipeliharanya," terang Wira.

Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi mengungkapkan, satwa tersebut merupakan satwa liar dilindungi. Sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tanggal 28 Desember 2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi, dengan ancaman pidana sesuai pasal 40 ayat (2) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup, sebagaimana diatur dalam pasal 21 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp 100 juta," ungkapnya.

Hotmauli menuturkan, binturong merupakan jenis musang bertubuh besar dan termasuk family Viverridae. Berdasarkan Red List IUCN masuk dalam golongan hewan dengan status vulnerable atau rentan akibat adanya penurunan jumlah populasi.

"Upaya perlindungan menjadi penting artinya agar populasinya di alam dapat terjaga. Ketiga individu binturong dititipkan ke Pusat Penyelamatan Satwa di Sibolangit untuk mendapatkan perawatan dan rehabilitasi sebelum dilepasliarkan ke habitatnya," Hotmauli menandaskan. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Monica Chandra 31 Agu 2019 - 19:20

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: