Bendung Stunting, KKP Dorong Forikan Jadi Aktivator Gemarikan

TrubusNews
Binsar Marulitua
30 Agu 2019   20:00 WIB

Komentar
Bendung Stunting, KKP Dorong Forikan Jadi Aktivator Gemarikan

Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Nilanto Perbowo memberikan pemaparan dalam pembukaan rakornas Forikan yang berlangsiung 29-30 Agustus 2019 di Jakarta.  (Foto : KKP)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong penanganan stunting nasional melalui kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).  Salah satu langkahnya dengan memfasilitasi Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Selama 2 hari, 29-30 Agustus 2019 di Jakarta. 

Rakornas Forikan digelar  untuk merumuskan program Forikan yang diharapkan bersinergi dan memperkuat program KKP dalam rangka mendukung program nasional penanganan stunting dan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Forikan  berperan sebagai inspirator, kreator, motivator, dan aktivator Program Gemarikan.

Sekjen KKP merangkap Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Nilanto Perbowo, memulai Rakornas Forikan dengan menandatangi penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PSDPKP) KKP diwakili Direktur Pemasaran dan Dirut PT. Aruna Jaya Nuswantara tentang Penguatan Mutu dan Standar serta Peningkatan Akses Pasar Berbasis Platform Digital bagi Pelaku Usaha Perikanan. Acara tersebut dilaksanakan pada 29 Agustus 2019 di Hotel Millennium Jakarta. 

Baca Lainnya : Diburu Pasar Asia Timur, KKP Intensif Data Benih Ikan Sidat

Kemudian, penandatanganan Perjanjian Kerja sama tentang Program Nasional Gemarikan antara Ditjen PDSPKP dengan Wanita Persatuan Umat Islam (PUI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), dan Ikatan Pemberdayaan Pedagang Kecil Indonesia (IPPKINDO).

Perjanjian kerja sama KKP dengan unsur lembaga atau organisasi kemasyarakatan ini sebagai bentuk penguatan co-ownership dalam pelaksanaan program Gemarikan dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Nilanto Perbowo berpesan kepada Forikan untuk dapat mendukung terwujudnya SDM Unggul untuk Indonesia Maju yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. "Semua di mulai dari meja makan, dan ibu rumah tanggalah yang memegang keputusan penting dalam memilih dan mengolah bahan makanan yang akan disajikan sebagai bahan santapan keluarga", ujar Nilanto.  

“Saya mengajak kepada ibu-ibu para pengurus Forikan maupun TP PKK gencar mengkampanyekan kepada anggota atau jajarannya untuk terus mengupayakan agar ikan harus tetap ada di meka makan sepanjang masa, sepanjang waktu. Karena ikanlah sebagai sumber protein hewani terbaik untuk pemenuhan gizi keluarga,” tegas Nilanto.

Baca Lainnya : Perangi IUU Fishing, KKP Pamer Stok Ikan Indonesia Meningkat di Canberra

Ketua Forikan Nasional, dr. Djoko Maryono, menambahkan bahwa salah satu yang disasar untuk meningkatkan konsumsi ikan adalah kaum millennial dimana mereka mempunyai karakteristik yang sangat berbeda. "Untuk makanan kaum milenial konsepnya "ready to eat" dan untuk penyampaian informasi apapun harus lewat gadget.

Untuk menyeimbangkan pengaruh gadget ini kita harus kembali ke budaya kembali meja makan ibu. Meja makan ibu adalah pengarahan gizi , pengarahan psikologi dan edukasi untuk keluarga.

"Sehingga kemajuan bangsa ini kita mulai dari meja makan Ibu", ungkap Djoko.

Djoko juga menyampaikan bahwa Forikan yang terbentuk sejak tahun 2006, dalam  perkembangannya telah terbentuk Forikan Daerah di 34 Provinsi dan 229 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Bahkan sampai saat ini keanggotaan Forikan sudah sampai ke lingkup kecamatan.

Menurut Kementerian Kesehatan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan stimulasi psikososial serta paparan infeksi berulang terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia dua tahun.

Baca Lainnya : 3 Kapal Perikanan Filipina Disergap Petugas KKP saat Curi Ikan

Stunting yang terjadi pada 1.000 HPK tidak hanya menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, tetapi juga mengancam perkembangan kognitif yang berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa dewasanya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: