BNPB Catat 2.524 Kejadian Bencana Hingga Agustus 2019

TrubusNews
Astri Sofyanti
30 Agu 2019   17:01 WIB

Komentar
BNPB Catat 2.524 Kejadian Bencana Hingga Agustus 2019

Plt Kepala Pusat Data Indormasi dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (30/8/19). (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Plt Kepala Pusat Data Indormasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, selama periode Januari sampai Agustus 2019 telah terjadi 2.524 kejadian bencana di Indonesia. Dari jumlah tersebut, BNPB mencatat 429 orang meninggal dunia, 7 orang hilang, sementara 1.640 orang luka-luka akibat bencana alam. Kondisi ini mengakibatkan 3.464.347 orang terdampak dan harus mengungsi. Dilaporkan sebanyak 37.906 unit rumah rusak, 7.644 diantaranya rusak berat dan 6.575 rusak sedang dan 23.687 rusak ringan, 1.474 fasilitas umum rusak.

“Lebih dari 98 persen bencana yang terjadi merupakan bencana hidrometeorologi yang disebabkan oleh iklim, cuaca dan sebagainya. Sementara sisanya terjadi akibat geologi seperti erupsi gunung api,” kata Agus dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (30/8).

Baca Lainnya : BNPB: Pembelajaran Bencana Sulteng, Dukungan Multipihak dalam Penanganan Darurat

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, bahwa bencana yang paling sering terjadi dan menduduki posisi pertama yakni puting beliung dengan total kejadian sebanyak 816. Agus menyebut, tren bencana puting beliung dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Tercatat bencana puting beliung mengakibatkan 14 orang meninggal dan 2 orang hilang.

Sementara banjir menduduki posisi ke dua dengan jumlah kejadian mencapai 647, dengan presentase korban tewas sebanyak 253, hilang 19 orang, 1.084 luka-lika dan sebanyak 1.606.377 orang mengungsi.

“Diposisi ketiga ada tanah longsor dengan 614 kejadian yang mengakibatkan 105 orang meninggal dunia, 6 orang hilang, 114 orang mengalami luka-luka dan menyebabkan 10.443 orang terdampak dan mengungsi,” papar Agus.

Baca Lainnya : BNPB dan BMKG Bangun Benteng Alam dan Rambu Tsunami di Pandeglang

Kemudian diposisi ke empat, lanjut Agus adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total 345 kejadian.

“Pada bulan Agustus kebakaran hutan dan lahan cukup banyak dilaporkan terjadi di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Jadi kebakaran hutan tidak hanya terjadi di luar jawa, di Pulau Jawa juga banyak kasus seperti di Gunung Cermai, Gunung Arjuno, Gunung Merapi, dan di Bali,” ujarnya kembali.

Sedangkan di posisi ke lima ada kekeringan dengan 60 kali kejadian yang mengakibatkan 1.731.612 orang terpaksa harus mengungsi. Posisi ke enam ada gempa bumi dengan jumlah 23 kejadian. Bencana ini diakui Agus mengakibatkan 26 orang meninggal dunia, 279 orang mengalami luka-luka dan menyebabkan 81.145 orang mengungsi.

“Bencana yang paling banyak menyebabkan korban jiwa pada bulan Agustus adalah bencana gempa bumi yang terjadi di Banten pada 2 Agustus 2019 lalu. Gempa bumi harus kita waspadai karena datangnya mendadak, boleh dikatakan 70 persen orang meninggal karena gempa,” pungkasnya. [NN]

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: