Hutan dan Lahan di Bolivia yang Terbakar Sepanjang 2019 Capai 1,2 Juta Hektare

TrubusNews
Astri Sofyanti
30 Agu 2019   11:00 WIB

Komentar
Hutan dan Lahan di Bolivia yang Terbakar Sepanjang 2019 Capai 1,2 Juta Hektare

Presiden Bolivia Evo Morales terjun langsung padamkan kebakaran hutan (Foto : AFP Photo/Ministerio de Comunicacion de Bolivia)

Trubus.id -- Kebakaran hutan Amazon telah memusnahkan sedikitnya satu juta hektar lahan sekitar 3.800 mil persegi di Bolivia. Hal ini terjadi karena Bolivia bertetangga dengan Brasil. Mengutip Inews, Jumat (30/8), berdasarkan data yang dikeluarkan pemerintah setempat, tercatat hingga Agustus 2019 total kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Bolivia mencapai rekor tertinggi yakni 1,2 juta hektare.

Sebagai informasi, sebagain kawasan hutan dan lahan yang terbakar merupakan hutan Amazon yang masuk ke wilayah Bolivia.

Bolivia telah mengerahkan lebih dari 2.000 pemadam kebakaran, pasukan, pesawat kecil, dan helikopternya sendiri.

Baca Lainnya : Saat Air Tak Terserap Bumi Karena Hutan Terlalu Dieksploitasi, Petaka Menimpa Sentani

Hutan Amazon menjadi perhatian dunia setelah dilanda kebakaran sejak awal tahun, porsi terbanyak berada di Brasil. Sementara kebakaran hutan Amazon di wilayah Bolivia terjadi sejak Mei 2019 atau dalam kurun 4 bulan terakakhir.

Akibat insiden tersebut, Presiden Bolivia Evo Morales menghadapi kemarahan. Ia bahkan dinilai gagal menangani kebakaran serta kebijakan pemerintah yang dianggap justru mendukung deforestasi untuk pembukaan lahan.

Ia akhirnya menunda kampanye pemilihan presidennya kembali setidaknya selama satu pekan ke depan, demi fokus pada situasi. Morales awalnya enggan menerima bantuan internasional, mengatakan Bolivia akan menanganinya sendiri.

Para ahli ekologi mengkritik undang-undang yang dikeluarkan pemerintahan Morales yang menawarkan insentif untuk membakar kawasan hutan dan mengubahnya menjadi padang rumput.

Baca Lainnya : Tradisi Para Raja Jawa Blusukan ke Hutan Belantara

Kelompok yang terdiri dari 80 organisasi lingkungan dan kalangan profesional mendesak Morales agar mencabut undang-undang yang diteken pada 2016 itu. Namun pemerintah menyalahkan cuaca kering dan angin kencang sebagai pemicu kebakaran.

Studi organisasi lingkungan dan hak asasi manusia Bolivia, Solon Fondation, mengungkapkan, total hutan Bolivia terus menyusut dari 47,3 juta hektare pada 2005 menjadi 43,8 juta hektare pada 2017. Sementara itu, LSM Friends of Nature Foundation menyatakan, luas lahan dan hutan yang terbakar pada tahun ini mencapai 1,8 juta hektare, bukan 1,2 juta.

Pemerintah berencana melakukan penghijuan 4,5 juta hektare pada 2030, demi memenuhi komitmen terhadap PBB.

Baca Lainnya : Menuju Pasar Karbon Dunia, Indonesia Bertumpu pada Tanaman Hutan dan Energi Terbarukan

Namun aktivis lingkungan Marielle Cautin mengatakan selama 3 tahun terakhir lahan yang ditanami kembali tidak sampai 50.000 hektare.

Sementara itu pada Selasa lalu, Morales mengolok-olok negara-negara G7 yang akan membantu pemadaman api hutan Amazon sebesar 20 juta dolar AS dengan menyebutnya terlalu kecil. [NN]

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: