Dipaksa Tampil 4 Kali Sehari, Bayi lumba-lumba Berusia 9 Hari Mati di Tengah Pertunjukkan

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
29 Agu 2019   21:30

Komentar
Dipaksa Tampil 4 Kali Sehari, Bayi lumba-lumba Berusia 9 Hari Mati di Tengah Pertunjukkan

Seekor bayi lumba-lumba berusia 9 hari mati saat pertunjukan di taman air Bulgaria. (Foto : Shilfa.com)

Trubus.id -- Seekor bayi lumba-lumba tiba-tiba meregang nyawa saat sedang melakukan pertunjukkan di taman air Bulgaria. Kuat dugaan, bayi lumba-lumba malang itu mati setelah dipaksa bekerja terlalu keras di usianya yang masih terlalu dini.

Dilansir dari Thesun.co.uk Kamis (29/8), bayi lumba-lumba tersebut diketahui baru berusia 9 hari ketika mati di tengah pertunjukkan lumba-lumba yang digelar di Varna Dolphinarium, lapor media setempat. Makhluk mungil itu dikabarkan mati di depan pengunjung yang penuh sesak. Para penonton yang menyaksikan tragedi ini menyebut, para staf terlihat bergegas membawa bayi lumba-lumba malang itu keluar arena ketika diketahui dia sudah tak bernyawa.

"Ada gangguan, lumba-lumba berhenti bermain dan melakukan trik," terang seorang penonton bernama Audier Lyubenov kepada BTV Novinite. 

Baca Lainnya : Aktivis Pecinta Hewan Tuntut Pentas Lumba-lumba di Kota Pekanbaru Dihentikan

Tidak jelas apa sebenarnya apa penyebab bayi lumba-lumba itu mati. Namun para kritikus yakin bayi lumba-lumba itu mati karena dipaksa kerja terlalu keras. Lumba-lumba di arena pertunjukkan kerap dipaksa untuk tampil sebanyak 4 kali sehari selama puncak musim panas yang sibuk, ketika wisatawan berbondong-bondong menghabiskan waktu liburan.

Dan meskipun usianya masih muda, bayi lumba-lumba dipaksa untuk tampil dengan lumba-lumba dewasa yang daya tahan tubuhnya sudah sangat kuat, demikian klaim mereka. Peristiwa ini pun jadi perhatian para pengguna memdia sosial, khususnya dari kalangan penyayang binatang. Mereka menyebut tragedi ini sebagai bentuk "penyiksaaan".

Yavor Gechev dari organisasi perlindungan hewan Four Paws mengatakan kepada BBC News bahwa lima lumba-lumba dan seekor anjing laut mati di taman itu selama lima tahun terakhir. Dia mengatakan jumlah kematian mengerikan jauh di atas rata-rata.

Baca Lainnya : Aneh, Cleo Si Lumba-lumba Hidung Botol Indo-Pasifik Ini Mati Mendadak

"Ini berarti pasti bahwa kondisi tidak memenuhi bahkan standar minimal untuk memelihara hewan seperti itu. Hewan-hewan itu berjuang di sana, mereka tidak bertahan hidup," terangnya. 

Sun Online sendiri telah menghubungi Varna Dolphinarium untuk dimintai keterangannya terkait kematian bayi lumba-lumba ini. Namun para pejabat di sana membalas komentar di media lokal dengan menyangkal adanya kematian karena tidak ada audiensi langsung.

"Seekor bayi lumba-lumba mengambil bagian dalam pertunjukan sembilan hari setelah ia lahir - ini tidak pernah terjadi di dolphinarium ini!" terang Tsvetan Stanev, ahli biologi fasilitas tersebut. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: