Seekor Badak Putih Langka Disuntik Mati di Kebun Binatang Kopenhagen, Kenapa?

TrubusNews
Syahroni
29 Agu 2019   20:30 WIB

Komentar
Seekor Badak Putih Langka Disuntik Mati di Kebun Binatang Kopenhagen, Kenapa?

Badak putih selatan koleksi kebun binatang Kopenhagen terpaksa disuntik mati karena penyakit kulit yang menyiksa dirinya. (Foto : Frank Rønsholt / CopenhagenZoo)

Trubus.id -- Seekor badak putih selatan di Kebun Binatang Kopenhagen terpaksa dipaksa mengakhiri hidupnya Kamis (29/8) pagi. Kabar tersebu disampaikan tim dokter hewan kebun binatang dalam siaran persnya yang dikutip dari thelocal.dk.

Mads Bertelsen, seorang anggota tim dokter hewan di kebun binatang tersebut mengatakan bahwa hewan itu telah menderita penyakit kulit selama lebih dari tiga minggu.

"Kami telah melakukan segala yang kami bisa untuk menyelamatkan badak kami, tetapi itu juga tugas kami untuk menilai kapan cukup untuk melihat ia menderita," katanya dalam siaran persnya.

Baca Lainnya : Tim Dokter Berhasil Memanen Sel Telur dari 2 Badak Putih Utara Terakhir di Dunia

"Kami telah merawatnya secara intensif selama periode ini, tetapi luka di mulutnya menyebabkan hewan langka ini kehilangan keinginan untuk makan. Dia sekarang sangat lemah sehingga kami tidak ingin membuatnya tetap hidup lagi karena kepedulian terhadap kesejahteraannya sendiri." ujarnya lagi.

Badak putih koleksi kebun binatang Kopenhagen, Denmark itu diketahui menderita penyakit dermatitis nektolitik superfisial. Dampaknya, hewan langka ini telah kehilangan berat badannya hingga 400kg hanya dalam beberapa minggu terakhir saja.

Badak putih selatan malang ini sendiri terlahir di Afrika Selatan sekitar tahun 1996 dan datang ke Denmark empat tahun kemudian. Hewan langka itu pertama tinggal di Taman Safari Knuthenborg di pulau Lolland, dan kemudian pindah ke Kebun Binatang Kopenhagen pada tahun 2012.

Baca Lainnya : Pasca Panen, Sel Telur Badak Putih Utara Berhasil Dimatangkan dan Diinseminasi

Sebelum disuntik mati, dia telah menjadi ayah tiga anak di kebun binatang, dan akan menjadi ayah dua anak lagi awal tahun depan.

"Di tengah semua kesedihan, kita dapat dengan senang hati bersukacita bahwa badak jantan ini mengakhiri krisis bayi badak di kebun binatang ini selama lebih dari 30 tahun. Pertama dengan menjadi ayah dari satu anak badak tunggal dan kemudian dua lagi, yang saat ini berlarian di sekitar Savannah," terang Bertelsen. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: