Sebut Luna Maya 'Asbun', KLHK Tantang Selebriti Indonesia Bantu Padamkan Karhutla 

TrubusNews
Binsar Marulitua
29 Agu 2019   18:00 WIB

Komentar
Sebut Luna Maya 'Asbun', KLHK Tantang Selebriti Indonesia Bantu Padamkan Karhutla 

Direktur Pengendalian Karhutla KLHK Raffles Panjaitan, saat memberikan keterangan kepada sejumlah media massa terkait kebakaran hutan dan lahan di Gedung Manggala Wanabakti KLHK, Jakarta, Kamis (29/8/2019).  (Foto : Trubus.id/Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meminta kepada para selebriti dan artis tidak secara sepihak memanfatkan peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Tanah Air, untuk sekadar menambah popularitas atau lebih menarik simpati masyarakat. 

"Jadi si Luna Maya, kalau memberitakan itu jangan asal bunyi, jangan hanya demi kepentingan endorsement iklan menggunakan isu merugikan bangsa Indonesia. Kalau dia prihatin datang sana, ikut bantu itu baru wujud keprihatinan," jelas Direktur Pengendalian Karhutla KLHK Raffles Panjaitan di Gedung Manggala Wanabakti KLHK, Jakarta, Kamis (29/8).

Sebelumnya, sejumlah artis  seperti Luna Maya, Chicco Jerikho, Wulan Guritno, Lukman Sardi, turut serta menyuarakan bahaya kebakaran hutan di Jambi yang semakin meluas dalam laman.

"Kebakaran hutan di Jambi masih belum padam! Per tanggal 24 Agustus 2019, terdapat peningkatan titik api di Bukit Tigapuluh, Jambi, dari 44 titik api, menjadi 92 titik. Api telah diupayakan pemadamannya oleh berbagai pihak: masyarakat sekitar, teman-teman WWF-Indonesia, perusahaan setempat, BPBD, BNPB, Polri, dan TNI," tulis Luna Maya dalam akun Instagram-nya @lunamaya seperti pada hari, Rabu (28/8/2019).

Baca Lainnya : KLHK Segel 18 Lahan Konsesi Milik Perusahaan, Total Karhutla Capai 135.747 Hektare

Rafles menjelaskan, pengorbanan petugas pemadam kebakaran hutan memadamkan api di area Karhutla jangan dianggap sepele. Bahkan, pada tanggal (23/8/2019),seorang petugas regu pemadam kebakaran hutan dan lahan (Manggala agni), Daops Muara Bulian Provinsi Jambi bernama Asmara, meninggal tertimpa pohon dalam usaha pemadaman kebakaran hutan di taman hutan raya (Tahura) Senami, di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. 

"Coba saya tantang para artis-artis dan selebriti tersebut, pernah ada datang bantu padamkan api kebakaran hutan dan lahan. Mereka Tahu tidak susahnya padamkan api," tambahnya. 

Rafles juga menjelaskan, kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada data yang dibeberkan oleh sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun organisasi non-pemerintah (NGO) yang seolah menginterpretasikan bahwa Karhutla di Indonesia berada dalam tahap paling mengkhawatirkan seolah negara tidak mampu untuk menanggulangi.  Hingga saat ini kondisi asap di daerah Jambi, Riau,  maupun Kalimantan Barat berangsur membaik, selain dengan usaha pemadamaan juga dibantu hujan yang sudah turun. 

"Dia punya alat secanggih apah untuk memantau dan menganalisis  LSM dan NGO itu, Walhi, Greenpeace, WWF. Dia cuma mengambil keuntungan dapat duit kalau berita itu tersebar ke luar negeri," tegas Rafles. 

Baca Lainnya : Rampas Keuntungan Konsesi Pembakar Lahan, Ini Instrumen Hukum yang Ditempuh KLHK

Rafles melanjutkan, pemerintah masih melakukan pengendalian karhutla dan pemadaman bersama sejumlah tenaga teknis lapangan terkait sampai saat ini. Saat ini, total luasan karhutla mencapai 135.747 hektare. 

Jumlah tersebut dinilai turun jika dibandingkan dengan luasan karhutla tahun lalu sebesar 385.224 hektare.

Meski Demikian, berdasarkan hasil pantauan hotspot satelit Terra Aqua hingga akhir Agustus 2019 jumlah hotspot sebanyak 8.495 titik. Jumlah tersebut terpantau mengalami kenaikan sebesar 17,6 persen atau jika dibandingkan dengan jumlah di tahun lalu.

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: