Selamatkan DAS Citarum, Operasi Gabungan Bersihkan Tambang dan Kebun Ilegal di Hutan Lindung Garut

TrubusNews
Binsar Marulitua
29 Agu 2019   06:00 WIB

Komentar
Selamatkan DAS Citarum, Operasi Gabungan Bersihkan Tambang dan Kebun Ilegal di Hutan Lindung  Garut

Petugas KLHK menutup lubang aktif penambang di kawasan Cagar Alam Gunung Tilu, Kabupaten Bandung dan 13.748,63 Hektare (ha) di Hutan Lindung RPH Pamoyanan, Kabupaten Garut. Dalam dua hari operasi gabungan pada tanggal 27-28 Agustus 2019 lahan yang diselamatkan seluas 8.000 hektare. (Foto : KLHK)

Trubus.id -- Operasi gabungan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat-Banten berhasil  menyelamatkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dari tambang ilegal dan kebun ilegal.

Dalam dua hari pada tanggal 27-28 Agustus 2019 lahan yang diselamatkan seluas 8.000 ha di kawasan Cagar Alam Gunung Tilu, Kabupaten Bandung dan 13.748,63 Hektare (ha) di Hutan Lindung RPH Pamoyanan, Kabupaten Garut.

Selain menyelamtkan lahan, tim operasi gabungan menemukan 8 lubang galian aktif maupun yang sudah ditinggalkan penambang dan puluhan gubug pengolahan emas di sepanjang Sungai Cibaliung. Tim menutup lubang dan membongkar gubug pengolahan.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK (Ditjen Gakkum) KHLK, Rasio Ridho Sani menyatakan, oerasi bersama ini dilakukan dalam rangka mendukung Program Nasional Citarum Harum, khususnya pemulihan ekosistem di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai Citarum. 

Baca Lainnya : Rampas Keuntungan Konsesi Pembakar Lahan, Ini Instrumen Hukum yang Ditempuh KLHK

"Penertiban ini bagian dari menjalankan Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, yang dimandatkan melalui Peraturan Presiden No 15 Tahun 2018", jelas pria yang akrab disapa Roy ini.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, KLHK Sustyo Iriyono menyatakan bahwa, Penertiban ini mengedepankan pendekatan persuasif.

"Para penambang dan pekebun ilegal diminta membuat surat penyataan yang isinya tidak akan mengulangi lagi aktivitas ilegal,” kata Sustyo Iriyono.

Pengolahan tambang ilegal memanfaatkan aliran Sungai Cibaliung yang menjadi bagian dari DAS Citarum sebagai sumber tenaga penggerak dan pencuci. Kegiatan ilegal itu mencemari air Sungai Cibaliung yang menjadi sumber air untuk lahan pertanian dan rumah tangga di DAS Citarum.

Operasi Gabungan Pengamanan Hutan Simpatik ini melibatkan 130 orang dari Ditjen Gakkum, BBKSDA Jabar, Perum Perhutani, Polri, TNI, Satpol PP, staf kecamatan, desa setempat dan masyarakat. 

Operasi gabungan ini juga melibatkan PT. Perkebunan Teh Tatar Anyar Indonesia (Perkebunan Cukul), yang kawasannya berbatasan dengan Cagar Alam Gunung Tilu dan Hutan Lindunng RPH Pamoyanan.

Baca Lainnya : KLHK Segel 18 Lahan Konsesi Milik Perusahaan, Total Karhutla Capai 135.747 Hektare

PT. Perkebunan Teh Tatar Anyar Indonesia bersedia menampung penambang dan pekebun ilegal menjadi tenaga kerja di perkebunan. Perum Perhutani membantu para penambang ilegal melalui program perhutanan sosial dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.

Keterlibatan dua perusahaan itu disampaikan dalam rapat sosialisasi Operasi Gabungan Pengamanan Hutan Simpatik untuk menertibkan penambangan dan perkebunan ilegal tanpa izin, 21 Agustus 2019, di Desa Sukamulya, Kecamatan Talengong, Kabupaten Garut

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: