LIPI: Museum Zoologi Jadi Museum Science Terbesar di Asia Tenggara

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
27 Agu 2019   16:30

Komentar
LIPI: Museum Zoologi Jadi Museum Science Terbesar di Asia Tenggara

Enny Sudarmonowati Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, pada Perayaan HUT 125 tahun Museum Zoologi, di Cibinong Science Center, Bogor, Selasa (27/8/19). (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Museum Zoologicum Bogoriense atau yang lebih dikenal dengan Museum Zoologi Bogor (MZB) merupakan salah satu museum yang memiliki berbagai informasi spesimen fauna-fauna di Indonesia. Museum Zoologi menjadi slaah satu wisata edukasi baik bagi wisatan lokal maupun mancanegara.

Berdasarkan sejarahnya, Museum Zoologi Bogor (MZB) dibangun pada masa pemeirntahan Hindia Belanda pada 1894. Diawali dengan didirikannya Landbouw Zoologish Laboratorium oleh Dr. J.C Koningsberger, laboratorium tersebut awalnya hanya mengoleksi spesimen serangga pada tanaman pertanian.

“Seiring berjalannya waktu, MZB menjadi yang terbesar di Asia Tenggara atau nomor 10 terbesar dunia. Kami berupaya menjadikan MZB menjadi referensi nasional bahkan internasional. Namun kini MZM memiliki koleksi lebih dari tiga juta spesimen satwa Indonesia yang terdiri dari ikan, reptil, amfibi, burung, mamalia, cacing, serangga, krustasea, moluska dan invertebrata lainnya,” kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati saat ditemui Trubus.id pada Perayaan HUT 125 tahun Museum Zoologi, di Cibinong Science Center, Bogor, Selasa (27/8/19).

Lebih lanjut Enny menjelaskan bahwa biodiversitas Indonesia nomor dua dunia setelah Brasil dan diakui oleh global, tapi untuk kategori spesimen serangga, Indonesia menduduki peringkat pertama dunia.

“Serangga memiliki peranan penting karena biodiversitasnya banyak di Indonesia,” tambahnya.

Selain itu, dirinya menjelaskan bahwa LIPI berkomitmen untuk melengkapi sejumlah fasilitas yang terkait dengan baik untuk Museum Zoologi tapi juga Pusat Keanekaragaman Hayati lainnya di Cibinong Science Center.

“Tahun ini idenya sudah berjalan, tahun depan mudah-mudahan pada Januari LIPI sudah memulai dan diharapkan Oktober 2020 susah selesai, untuk menjadikan Pusat Keanekaragaman Hayati yang mencanhkup fauna, flora dan mikroorganisme yang terintegrasi dengan laboraturium berstandar nasional,” ujarnya Enny kembali.

Dikatakan Enny, LIPI berupaya berperan aktif dalam mengatasi berbagai macam permasalahan di masyarakat termasuk keberadaan satwa liar, pengembangan sumberdaya hayati, hingga isu terkini biodiversitas fauna.

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 27 Agu 2019 - 20:24

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: