Kebutuhan Bahan Baku Plastik Indonesia Sebanyak 7,2 Juta Ton per Tahun

TrubusNews
Binsar Marulitua
26 Agu 2019   14:00 WIB

Komentar
Kebutuhan Bahan Baku Plastik  Indonesia Sebanyak 7,2 Juta Ton per Tahun

Seorang pekerja pemilah sampah yang masih di bawah umur mendirikan tiang bendera merah putih pada Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA), Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Sebanyak 50 industri daur ulang di Indonesia tercatat  telah berinvestasi sebesar Rp2,63 triliun dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 20.000 orang. Kebutuhan bahan baku plastik masih sangat tinggi menjadi tuntutan pemerintah untuk mendorong pengembangan daur ulang plastik nasional. 

“Pengembangan industri daur ulang plastik di dalam negeri terus dikebut oleh pemerintah karena sebagai upaya strategis untuk substitusi bahan baku impor karena kebutuhan bahan baku plastik masih sangat tinggi,” kata Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Taufiek Bawazier dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (26/8/2019). 

Taufiek menjelaskan, sektor industri daur ulang  dinilai akan mampu menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Karena selain meningkatkan nilai tambah,  juga bisa tingkatkan devisa negara. 

Baca Lainnya : Potensi Ekonomi Tinggi, Kemenperin Dukung Pertumbuhan Industri Daur Ulang Plastik

Potensi ekspor dari produk hasil daur ulang akan menembus 441,3 juta dolar AS di tahun 2019 atau naik dari capaian tahun lalu sebesar 370 juta dolar AS. Jadi, sektor Daur ulang plastik punya orientasi ekspor. 

Peluang pengembangan industri daur ulang plastik di Indonesia dinilai masih cukup besar, mengingat daur ulang sampah rumah tangga masih berada di level 15,22 persen.

“Artinya masih ada jenis plastik yang belum dilakukan daur ulang. Pemerintah menargetkan, limbah plastik yang didaur ulang pada tahun 2019 ini bisa menyentuh hingga angka 25 persen,” tuturnya.

Menurut Taufiek, investasi industri daur ulang juga dirasa lebih murah jika dibandingkan dengan membangun industri petrokimia di Indonesia.

Bahkan, dalam membangun industri pertrokimia, bisa memakan waktu yang cukup lama, minimal sampai tiga tahun untuk pabrik tersebut beroperasi.

“Kebutuhan baku industri daur ulang plastik sebanyak 913 ribu ton dipenuhi dari dalam negeri dan 320 ribu ton dari negara lain,” ujarnya.

Sementara itu, secara kebutuhan nasional, Indonesia memerlukan bahan baku plastik untuk produksi sebanyak 7,2 juta ton per tahun.

Baca Lainnya : Pemerintah Targetkan Daur Ulang Limbah Plastik Mencapai 25 Persen dengan Pendekatan Circular Economy

“Sebanyak 2,3 juta ton bahan baku berupa virgin plasticlokal disuplai oleh industri petrokimia di dalam negeri seperti PT Lotte Chemical dan PT Chandra Asri Petrochemical,” imbuhnya.

Untuk itu, industri plastik di Indonesia berperan penting karena menjadi rantai pasok produksi bagi sektor strategis lainnya. Contohnya bagi industri makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, serta elektronika.
 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: